Dua Garis.

Hari itu hari Senin, tanggal 2 Maret. Hari di mana untuk pertama kalinya saya melihat hasil “dua garis” pada test pack yang saya gunakan. Sesaat setelah dua garis itu muncul, saya dan suami saya terdiam. Akhirnya saya memaksa suami saya untuk mengatakan sesuatu dan yang muncul adalah: “Aku menghamili orang..” hahahahaha. Dan setelah itu kami sama-sama tertawa.

Tidak cukup yakin dengan satu kali tes, akhirnya besoknya saya pakai test pack yang kedua (dengan merek yang berbeda) dan hasilnya juga sama: dua garis. Memang belum apa-apa, tapi kabar bahagia ini rasanya tidak sabar untuk saya sebarkan ke seluruh dunia. Toh agar mereka semua turut mendoakan semoga ke depannya semuanya berjalan lancar. Maka demikianlah, dua garis itu menjawab seluruh kecurigaan saya belakangan ini.

Kecurigaan saya bermula bukan pada saat saya telat haid. Karena memang saya sering telat, bahkan pernah satu bulan tidak haid sama sekali. Kecurigaan saya bermula dari ukuran badan yang mulai menggemuk. Underwear yang serasa kekecilan. Sepanjang hari jadi lapar melulu dan frekuensi ngemil jadi bertambah banyak. Abis itu pasti bawaannya ngantuk melulu. Oiya, dan saya juga jadi sering bolak-balik toilet untuk pipis.

Saya jadi teringat, minggu lalu saya ditugaskan ke Bandung untuk liputan acara Bank Indonesia. Baru kali itu rasanya saya ngotot sekali pingin beli cireng rujak. Ke mana-mana saya cari tidak ketemu. Di rest area juga ternyata tidak ada. Apa ini yang namanya ngidam? Saya tidak tahu. Tapi kok menyebalkan sekali rasanya saat ingin sesuatu tapi saya nggak bisa dapat. Padahal itu masalah sepele: cuma soal cireng.

Sebenarnya saya gembira sekaligus bingung. Saya pernah mengatakan bahwa saya ingin melahirkan tahun depan saja. Karena tahun ini fokus membangun ‘infrastrukturnya’ dulu. Maksudnya, tahun ini tadinya mau fokus cari rumah dulu, atau beli mobil bekas untuk sekedar pulang ke Bogor, atau bulan madu ke pantai yang dekat-dekat saja. Bahkan pernah juga sesekali terpikir untuk berkunjung ke Penang lagi setelah sekian tahun tidak ke sana (tentunya kali ini datang bersama suami).

Tapi toh Tuhan ternyata berkehendak lain. RencanaNya tentu lebih baik dari rencana saya. Mungkin saya hanya perlu banyak-banyak bersyukur dan mencoba untuk tidak ngotot dengan rencana hidup sendiri, karena toh memang sekarang hidupnya udah nggak sendiri lagi.

Setelah konsultasi dengan kakak ipar dan beberapa teman yang sudah melahirkan, memang sebaiknya saya ke dokter. Akhirnya minggu ini pun menjadi minggu yang sibuk. Berhubung Jumat kemarin saya harus pulang kampung ke tempat mertua, akhirnya Kamis harus disempatkan untuk ke dokter. Pilihan jatuh ke RS Jakarta karena semata-mata: lokasinya dekat dengan tempat tinggal kami, RS tersebut menerima kartu asuransi suami saya, dan jadwal dokternya (yang perempuan) adalah yang paling duluan dibandingkan dengan dokter-dokter lainnya. Setelah diperiksa, berat badan saya ternyata memang naik 2kg (jeng jeeengg). Janin memang sudah ada tapi baru berupa kantung. Selebihnya hanya nasihat-nasihat untuk minum suplemen dan tidak makan yang mentah-mentah dulu seperti sushi dan sate (karena kadang sate itu dibakarnya tidak matang betul).

USG-1

Setelah selesai pemeriksaan, dokter bilang kami harus kontrol dua minggu lagi. Saat menuju kasir, saya mulai khawatir karena inilah yang membuat punya anak menjadi agak deg-degan karena harus berurusan dengan biaya tinggi. Dan benar saja, biaya sekali kontrol hampir enam ratus ribu. Saya pun harus membayar sendiri suplemen yang ternyata tidak ditanggung asuransi (beruntung, suplemen itu harganya hanya tiga puluh ribu). Jadi kesimpulannya: penting untuk punya asuransi ya ibu-ibu.

Well, ini baru episode pertama dari serangkaian kontrol yang akan dilakukan menuju 9 bulan lagi. Sambil jalan, mungkin saya juga perlu nyicil baju hamil dan baca-baca buku soal kehamilan. Saya pun berpikir mungkin sebaiknya cerita soal masa kehamilan menuju kelahiran ini dipisahkan menjadi satu blog tersendiri saja. Bagusnya nama blognya apa ya? Hmmm..

 

[Karet Tengsin, 8 Maret 2014]

[11.11 PM]


About this entry