Nonton Film India di India.

Mohon maaf, update kedua soal Mumbai di entri ini bukan soal makanannya, bukan juga soal kebiasaan penduduk setempat, apalagi soal kegiatan perekonomian dan bisnis, sama sekali bukan. Mumbai memang pusat ekonomi dan bisnis se-antero India raya. Tapi itu nanti dibahas kapan-kapan aja kali ya. Kali ini saya mau bahas soal pengalaman nonton film India di India. Yakk.. Nonton film Bollywood di negara asalnya. Wohoooo!! Waktu pergi ke Medan aja saya bela-belain nyobain masuk bioskop, apalagi pas lagi di India kaya sekarang ini?! I’m so excited!!

Saya menunggu saat-saat seperti hari ini, di mana kelas dibubarkan lebih awal dan kami bisa pulang cepat. Jam masih menunjukkan pukul 2 siang. Abis makan siang, saya dan dua orang teman langsung pergi ke mall paling dekat sama kantor, apalagi kalo bukan R-City Mall. Tapi, pas nyampe di mall kami langsung berpisah: saya pergi ke bioskop sementara dua temen saya pergi shopping belanja baju. Yak.. lagi-lagi saya nonton film di bioskop sendirian. Hahahahaha.. Tapi ya nggak apa-apa. Di Indonesia biasanya begitu juga bukan?

big cinemas-2Ini penampakan mall dari luar.

big cinemas-3Sederet nama merchant yang ada di dalam mall, termasuk bioskop.

Saya langsung melangkahkan kaki menuju Big Cinemas—nama bioskopnya. Naik dua kali eskalator dari lobby utama. Saya cek di layar now showing, dan film Happy New Year Alhamdulillah masih ada dengan jam tayang hampir sejam sekali selama siang hingga sore hari. Pas saya lagi ngantri, jam menunjukkan pukul setengah tiga, dan akhirnya saya memutuskan nonton yang jam 2.55 pm. Conversation sama petugas loket cukup lancar. Dia langsung nunjukin kursi yang masih kosong dan menanyakan saya mau duduk di mana. Sama lah kaya di Indonesia. Akhirnya saya pilih kursi F17 yang deket tangga, biar kalo mau keluar rada gampang.

Pas mau masuk bioskop, saya cek uang kembalian kurang 100 rupee. Oh iya, tiket masuknya harganya 160 rupee alias sekitar 32ribu. Tadi saya ngasih uang 500 rupee. Akhirnya saya kembali lagi ke loket dan si petugasnya ngasih 100 rupee. Ini entah dia beneran inget kalo tadi dia salah ngitung atau emang sengaja ditilep, wallahualam. Secara keliatan banget gw orang asing (bukan orang lokal lah intinya, walaupun ga asing-asing amat. Hahahaha..). Tapi yah, mikir positif aja lah.

big cinemas-1Penampakan tiket dan uang kembalian.

Saya langsung melangkahkan kaki menuju studio 5, tempat film diputar. Sebelum masuk, tiket saya yang bagian satu disobek, sementara yang satunya lagi saya simpan. Sebelum benar-benar masuk, saya mesti lewatin alat screening dulu dan tas saya diperiksa sama ibu-ibu petugas bioskop. Di salah satu tas (saya bawa dua jinjingan), ada air mineral dan ternyata nggak disita sama beliau. Sebelum masuk ke studio, saya tergiur oleh popcorn dan camilan-camilan lainnya kayak sandwich dan french fries. Tapi yah, secara ini batuk masih nggak ilang-ilang, akhirnya saya urungkan niat itu. Lagian duit juga udah menipis banget sih ini. Hahahaha.. oh iya, camilannya nggak cuma satu kedai, tapi ada kedai-kedai lain yang jualan. Kalau di 21 atau XXI kan yang jual yaaa kedai dia sendiri alias monopoli, nggak ada kedai lain yang jualan di dalem bioskop. Mumpung film belum diputar, mending saya mulei nyari tempat duduk mumpung lampu belom dimatiin (daripada ntar ribet ya bok, secara gw kaga bawa senter).

Pas menemukan tempat duduk, jeng jeeengg.. ternyata udah ada oraaangg. Ada sepasang muda-mudi yang nampaknya lagi dating. Ini saya yang salah apa gimana nih. Ternyata setelah dilihat-lihat lagi, saya tunjukin ke si cowok kalau ini jejeran kursi F, bukan kursi E. Akhirnya dia ngeh dan pindah ke belakang. Nggak lama setelah saya duduk, lampu mulei dimatiin. Iklan-iklan yang tadinya ditayangin menjelang film diputar (termasuk trailer film-film lainnya yang coming soon), langsung berganti dengan intro film Happy New Year. Sayangnya, ada aja sekumpulan orang-orang yang datang terlambat dan mengganggu kesenangan karena mereka berseliweran nyari tempat duduk. Ada juga petugas yang masuk bawain makanan pesanan penonton. Di India juga ternyata sama kaya di Indonesia, penontonnya pada manja dan pingin itu makanan dianter ke dalem studio.

Film dimulai. Mukanya Shah Rukh Khan mulei keliatan. OMGGGG.. Mukanya doi mulus bener di layaaarr. Baru kali ini saya nonton Shah Rukh Khan di layar segede gitu dan doi keliatan nggantengggg. Hahahahahaha.. Padahal doi udah 49 tahuuunn. Shah Rukh Khan ternyata baru ulangtaun 2 November kemaren (terusss?). Shah Rukh Khan masih keliatan seksiii di umur segitu. Di filmnya sih keliatan kalau doi badannya lumayan bagus, six packs cuuuy. Staminanya juga keliatan masih mantap joged-joged.

Soal ceritanya.. bisa di-googling sendiri lah ya. Intinya Shah Rukh Khan and the gang mau nyuri permata, tapi di tempat penyimpanan permata itu lagi diadain kontes nari sedunia atau World Dance Competition. Akhirnya mereka terpaksa belajar nari dan nyamar jadi tim dari India. Kurang lebih begitu ya, ini sepahaman saya aja nih soalnya di filmnya nggak ada subtitle. Yak, diulang sekali lagi ya, NGGAK ADA SUBTITLE sodara-sodaraaaa. Tapi yah, film itu kan bahasa visual. Jadi kurang lebih saya bisa paham lah dari mimik muka, gestur, dan aksi-reaksi mereka.

Seperti film India kebanyakkan yang pernah kita tonton, film Happy New Year juga ceritanya lebay, bajunya warna-warni, dan selalu ada tari dan lagu. Teknik kameranya juga selalu nge-zoom ke muka aktor/aktrisnya, banyak slow motion, banyak adegan nangisnya, dan setiap ada tarian pasti selalu wah, penuh dengan bling-bling dan selalu kolosal alias yang narinya pasti buanyaakkk. Di tengah-tengah film, sekitar jam 4 lewat 20 ternyata ada intermission alias break. Saya pertamanya bingung, ini disambung di part 2 apa gimana nih? Tapi perasaan filmnya utuh, nggak bersambung..

Saya memilih tetap duduk dan nggak ke mana-mana. Sebagian penonton ada yang turun dan keluar, mungkin untuk ke toilet atau memesan camilan. Di tengah-tengah break, saya menyempatkan untuk googling dan ternyata film ini durasinya 3 jam. Whewww. Setelah break sekitar 15 menit, film dilanjutkan. Oh iya, speaker di dalam studio lumayan bersih sih menurut saya. Tapi yah, nggak tahu juga kalau pas hujan. Secara pas saya nonton nggak lagi hujan, jadi nggak kedengeran ada rintik hujan.

Di dalam studio juga nggak ada tikus, hehehehe.. Tapi kursinya rada jelek.. banyak yang bolong. Duduk juga agak kurang nyaman karena beberapa kali saya harus gonta-ganti posisi duduk. Penonton yang duduk di kursi belakang (si cowok yang pindah dari kursi saya itu) ternyata juga berkali-kali ganti posisi duduk dan kakinya suka ngedorong-dorong kursi saya. Beberapa kali juga saya mendapati kakinya ada di sebelah kiri muka saya. Awalnya saya sulit menemukan kursi jajaran F karena di tangga, yang lampunya nyala cuma yang jajaran K sama L. Nggak tahu juga ini bioskop ada dari tahun berapa. Tapi yang jelas maintenance-nya kurang.

Selain saya, yang nonton hanya sedikit. Semua relatif berkumpul di jajaran kursi belakang (ya iyalah ya). Orang Indianya yang nonton ada yang berpasangan, ada yang dateng sama keluarganya lengkap dengan nenek dan cucu. Film Happy New Year ini memang diputar bersamaan dengan libur Diwali, semacam menyambut libur Lebaran. Tapi Diwali sebenernya udah dari tanggal 20-an Oktober tapi Alhamdulillah ini film masih diputer di bioskop, jadi saya masih bisa nonton. Hehehehe..

Oh iya saya belum cerita soal setting film-nya ya. Jadi setting-nya ada di India dan Dubai. Tapi saya belom ngecek juga apa ini Dubai beneran apa di-setting seolah-olah ada di Dubai. Sementara di India-nya ada di Maharashtra, keliatan dari plat nomor mobilnya si Shah Rukh Khan yang MHS. Tempat saya berada sekarang ini juga ada di negara bagian Maharashtra sini, tepatnya di Mumbai, di ibukotanya. Waktu hari Minggu di bulan Oktober lalu pas lagi jalan-jalan, kami sempat dianter pake bus melewati rumahnya Shah Rukh Khan. Rumahnya gede cuuuy.. pagernya tinggi. Dari luar rumahnya nampak ‘kotak’ banget dan tertutup. Di depan rumah ada beberapa orang (atau tepatnya, fans) yang lagi foto-foto. Tadinya kita juga mau turun tapi trus setelah dipikir-pikir lagi.. nggak usah deh yaa.. orangnya juga nggak ada di rumah. Hahahaha..

Di akhir film, setelah film selesai, disambung lagi sama parodi para kru yang ceritanya lagi pada ikutan kontes nari. Ceritanya yang jadi juri adalah Farah Khan, sang sutradara. Di bagian ini diliatin satu per satu muka para editor, kru wardrobe, cameramen, sampai memperkenalkan Gauri Khan, sang produser yang notabene adalah istrinya Shah Rukh Khan. Ada juga penampakan anaknya Shah Rukh Khan yang masih kecil. Lucuuuu bangeetttt.. Film ini diproduseri oleh production house Red Chillies Entertainment, punyanya Shah Rukh Khan sama istrinya itu.

Selain Shah Rukh Khan, di film ini saya juga udah pernah liat Abhishek Bachchan, anaknya Amitabh Bachchan dan sekarang jadi suaminya Aishwarya Rai. Sederet nama aktor lainnya ada Boman Irani (yang aktingnya lucuuu), ada Sonu Sood (sumpah cakep abiss), ada Vivaan Shah (masih bocah tapi), dan ada Jackie Shroff yang jadi penjahatnya (pasti kalian pernah liat di film-film India, tapi mungkin ga hafal namanya). Ada juga karakter perempuan yang dimainkan sangat apik oleh Deepika Padukone. Aktingnya oke, apalagi narinyaaaa. OMGGGG.. itu badan luwes benerrr..perutnya juga rataaa.. Berikut saya sertakan beberapa lagu dan tarian yang ada di film ini yaaa. Enjoy!!

cantik yaaa ^__^

seksi abis.

lagu dan tarian yang paling saya sukaaaa.

 

PS: Oh iyaaa saya baru inget. Jadi sebelum film diputer, penonton harus berdiri karena national anthem-nya India diputer! Nyanyi lagu kebangsaan di bioskop cuyy..

 

[Mumbai, 7 November 2014]

[01.10 am waktu setempat]


About this entry