Mumbai.

Sebelum saya menulis soal perjalanan ke Mumbai, saya merasa menyesal dan ingin mohon maap pada diri saya sendiri, karena ternyata tidak ada satu entri pun pada September lalu. Damn. Nantilah ceritanya. Sekarang saya mau cerita soal perjalanan ke Mumbai.

Background soal mengapa tiba-tiba saya pergi ke Mumbai, akan saya tulis di entri selanjutnya—yang tentunya tidak bisa saya janjikan kapan. Hahahaha. Intinya saya nulis ini sekarang di tengah hari, sambil duduk di atas kasur di suatu apartemen di lantai 6 di daerah Ghatkopar, Mumbai. Intinya saya nulis ini biar nggak lupa. Berhubung kapasitas memori sudah semakin terbatas, jadi harus buru-buru ditulis. Saya juga berusaha jepret foto sebanyak mungkin di sini.

Jumat malam, 3 Oktober 2014. Saya mulai packing abis makan ketoprak sekitar jam 8. Menyortir mana yang masuk tas mana, mana yang bisa ditinggal, mana yang bisa dibawa. Untungnya sehari sebelumnya saya udah belanja makanan dan barang lainnya yang kira-kira bakal saya perlukan di sini. Tapi ternyataaa.. packing nggak kelar-kelar sampe jam 12 malam. Hahahahaha. Akhirnya saya baru bisa tidur sekitar jam 1, setelah masak nasi. Baru benar-benar terlelap sekitar jam setengah 2 dini hari.

packing-1packiiiing.

Terus jam 4 bangun. Langsung mandi, terus solat Subuh (Subhanalloh banget nggak sih). Abis solat, jam 5 terus cuss berangkat ke bandara Soekarno-Hatta. Alhamdulillah jalanan lancar dan cuman 1 jam tau-tau udah sampe bandara. Padahal janjian jam 7. Akhirnya sarapan roti boy dulu, terus nungguin orang-orang datang. Tapi nunggunya nggak lama kok. Setengah 8 langsung masuk buat check-in.

soetta-1ready to go. yeayy!

Check-in rada lama soalnya kan kita rombongan ber-20 orang, termasuk satu orang India. Bagasi alias koper saya ternyata cuman 6 kg, paling kecil di antara koper sesama wanita. Yang cowok-cowok juga ternyata kopernya gede-gede. Kayanya emang koper sayanya yang kekecilan. Ini koper idealnya buat semingguan, tau-tau mau dipake buat 6 minggu. Tapi yaudahlah ya. Padahal saya udah bawa macem-macem, dari mulai indomie, shampoo, colokan extension, sampe hair dryer.

Sebelum masuk ruang tunggu, untuk pertama kalinya saya lewatin imigrasi yang self check gitu. Yahh tapi sayang nggak sempet kefoto yak. Terus pas mau masuk ruang tunggu, kan di-screening lagi. Saya cuman bawa satu ransel dan satu hand bag yang masuk kabin. Alhamdulillah nggak ada barang yang diambil pihak bandara. Semuanya lolos. Ada empat kotak Teh Botol yang akhirnya nggak jadi saya bawa, daripada gambling boleh masuk kabin apa nggak. Sungguh keputusan yang sangat sulit..

soetta-3menuju Bangkok.

Sekitar jam 9 pagi kami udah boarding masuk pesawat Garuda. Pesawatnya tujuan Bangkok (transit di sana). Saya lupa persisnya kami take off jam berapa karena mata saya udah keburu ngantuk banget gegara kurang tidur plus efek sebutir Antimo yang saya minum sebelum boarding tadi. Bangun-bangun tau-tau jam setengah 11, dibangunin pramugrari disuruh makan. Hahahaha. Makanannya nasi putih yang sudah terlalu mengeras beserta ayam. Saya tidak terlalu selera jadinya.

Bangkok-1bandara Bangkok.

Lalu jam 12.45 kami sampe Bangkok. Akhirnyaaaa saya nyampe Bangkok!! (lumayanlah meski cuman di bandaranya). Pas mau masuk ruang tunggu, kami di-screening lagi. Laptop dikeluarin, sepatu dilepas, jam tangan juga dilepas. Ada metal detector yang rada aneh menurut saya, nampak seperti ini alatnya diada-adain (udah curiga korupsi aja gue, duhh). Sayangnya alat ini juga nggak sempet kefoto.

Bangkok-2masih bandara Bangkok.

Petugas bandara sempat membuka hand bag saya dan menemukan ada parfum. Ya, itu memang cairan tapi hanya 100 ml (sesuai aturan) dan udah kepake sedikit, jadi dia masukin lagi ke tas saya. Terus kita jalan lagi, yang muslim mampir musholla untuk solat sebentar. Sebelum boarding masuk pesawat, kami diperiksa sekali lagi. Kali ini diperiksanya manual, ada petugas yang gerak-gerakin metal detector ke seluruh badan. Baru abis itu masuk pesawat Jet Airways.

Bangkok-5Musholla.

jet-2prepare take off.

jet-4nonton TV-nya di sini.

jet-1kursinya Jet Airways.

Kalau dibandingkan dengan Garuda, kursinya masih enakan Garuda. Kalau pas di Garuda saya duduk di paling pinggir, kali ini saya duduk di deket jendela. Yeaaay!! Sekitar jam 3 sore kami take off. Kali ini saya sadar karena saya tidak tidur lagi. Baru pas mengudara sebentar, terus saya tertidur. Bangun-bangun pas udah dibagiin snack sama pramugrari. Sempet kecewa sebentar dan bergumam dalam hati, serius nih cuman dikasih ini? Sampe akhirnya.. ternyata kita dibagiin makanan kok. Hehehehe.

jet-3snacks.

jet-5menu di dalem pesawat.

jet-6begitu dibuka, jeng jeeeenggg..

Roti canai dan nasinya sih habis saya makan. Tapi itu yang putih itu, ternyata adalah yogurt yang asemmmnya bukan main. Terus itu yang ijo-ijo itu ada semacam acar gitu yang..duh, intinya lidah saya nggak bisa menerimanya. Akhirnya saya kasih ke orang di sebelah saya aja. Siap makan, setelah tidur-bangun-tidur-bangun.. akhirnya kami landing di Mumbai jam 5.30 sore waktu setempat. Saya memutuskan tidak menukarkan Rupee dulu, karena setidaknya udah ada US$100 di tas yang siap ditukarkan kapan aja.

Mumbai-1langit Mumbai. nggak ada bedanya yak? hehehehe..

Mumbai-2Mumbai dari atas pesawat.

Mumbai-3bandara Mumbai.

Mumbai-4suasana di luar.

Mumbai-5ada patung di dalam bandara.

Mumbai-6benda-benda lainnya.

Mumbai-7suasana di luar bandara.

Mumbai-10taksi bandara.

Sesampainya di bandara Mumbai, kami disambut oleh CEO-nya dan segenap tim yang sebelumnya hanya ngobrol dengan kami via email. Dari situ kami naik bus, langsung menuju kantor untuk briefing training yang akan kami ikuti selama 6 minggu ke depan. Okesip, tadi tulisan ini dijeda makan siang, ngobrol, dan lain-lain. Mungkin sebaiknya saya kasih foto-foto aja kali yaa. Enjoy! Will update again soon. Insyaallah.

[Mumbai, 5 Oktober 2014]

[11.00 AM]

PS: baru di-upload pada Kamis dini hari, 16 Oktober 2014. baru dapet wifi di apartemen. #okesip.


About this entry