Sebelum Juni Berakhir. [2]

6.Sampai di stasiun Sudirman, saya langsung naik metromini menuju Hyatt. Yess, masih sambil nenteng-nenteng barang. Pas-pasan nyampe sana, kirain udah telat, ternyata malah belum mulai acaranya. Kemudian saya mulai bertemu dengan muka-muka yang saya kenal, teman-teman liputan. Setelah ngobrol dan selesai acara, lalu mengisi perut ala kadarnya, saya pikir saya kembali baik-baik saja. Saya pun melanjutkan perjalanan ke OJK untuk liputan selanjutnya. Saya berkantor di OJK sampai sekitar pukul 9 malam. Saya pusing luar biasa karena kebanyakan berita dan kebanyakan menatap layar sih lebih tepatnya. Rasa lapar yang kemudian muncul tidak saya hiraukan. Saya hanya ingin buru-buru pulang. Di perjalanan menuju Hotel Borobudur, saya hampir ditabrak motor! Hahahahaha.. sebengong itu rupanya saya saat jalan kaki dan sesekali sambil ngecek BBM. Sampai di kosan, saya meletakkan barang yang sedari pagi saya tenteng-tenteng itu dan pergi ke Jaksa untuk membeli cemilan. Belakangan ini saya ngga napsu makan nasi. Kembali ke kosan, saya membuka laptop dan mulai mengetik ini.

 

7.Oh iya, saya tidak mengikuti debat capres ketiga pada hari Minggu kemarin. Saat acara itu sedang berlangsung, saya sedang terlibat diskusi cukup serius dengan pakde dan bude. Banyak hal sebenarnya ada di kepala dan menunggu untuk ditulis di sini. Bukan curhatan sampah seperti ini yang sebenarnya ingin saya tumpahkan di sini. Saya ingin membangkitkan kembali roh dari blog ini dengan cerita perjalanan yang menyenangkan, foto-foto seru, review-review keren, ide-ide yang menyegarkan, hingga ke soal pendapat saya pribadi soal tulisan Mas Nosa di Jakarta Beat pada Februari awal tahun ini (ya benar, entri yang itu: Logika Kita Logika Sitok, yang menurut saya logika si penulis justru sangat salah, karena belum tentu perempuan yang setelah diperkosa lantas ia minta langsung dinikahi. Logika konyol bahwa untuk menikahi seorang perempuan, maka ya hamililah atau perkosa saja dia dulu). Atau ya entri khusus sekadar untuk menceritakan pengalaman mengikuti ESQ selama dua hari penuh, dan berkesempatan bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu membanggakan yang begitu menginspirasi. Tapi ternyata, butuh waktu khusus untuk memaksakan diri menulisnya seperti yang sekarang sedang saya lakukan ini—harus dipaksakan daripada ujung-ujungnya tidak tertulis sama sekali dan ingatan kita keburu tertumpuk dengan hal-hal baru.

 

8.Tapi ternyata, hidup saya memang tersedot untuk pekerjaan. Itu sebabnya tidak ada waktu untuk meng-update blog ini. Ya, masing-masing anaknya bapak kini harus menghidupi dirinya sendiri—tentu saja termasuk saya meski saya perempuan. Karena para orangtua tidak pernah tahu dengan siapa anak perempuannya akan menikah. Karena para perempuan itu sendiri juga nggak akan pernah tahu dengan siapa mereka akan menikah. Para perempuan kupikir tetap harus mengantisipasi jika mereka tidak berjodoh dengan pria kaya nan baik hati yang bisa menghidupi—sehingga membuat para perempuan tidak perlu bersusah-payah bekerja lagi. Apalagi, profesi yang kupilih ini jauh dari pria-pria gentlemen yang kaya raya, yang kira-kira bakal tertarik dengan perempuan model saya begini. Kupikir cinta akan menemukan jodohnya masing-masing. Banyak perempuan di luar sana yang harus bekerja karena orangtuanya sudah tidak ada, yang ditinggal mati suaminya, atau bekerja semata-mata demi pencapaian pribadi dirinya sendiri dan demi amal ibadah untuk dirinya sendiri.

 

9.Pada bulan Juni ini, saya juga tidak begitu mengikuti Piala Dunia. Yang saya sayangkan adalah mengapa Spanyol harus undur diri lebih awal dan mengapa Italia harus kalah lawan Kosta Rikaaaaa?! Kenapaaaa?? Hahahahaha.. anyway, saya nggak begitu suka sama cara bermain tim Jerman dan nggak begitu ngefans juga sama Brazil. Jadi saya megang siapa dong? Hahahaha.. sebenarnya masih agak ngefans sama Inggris, tapi saya rasa itu lebih karena cinta buta gara-gara David Beckham (yang notabene padahal dia udah nggak maen lagi di Piala Dunia). Jadi..hmm.. Belanda kali yah yang menang? Tapi di sisi lain saya akan tetap mendukung Korea Selatan dan Jepang, tim-tim dari Asia Timur Raya. Selamat bermain bola hai kalian para laki-laki! Bisanya saya yaa cuman teriak-teriak nggak jelas di depan layar yang ada di setiap restoran yang lagi nayangin bola, atau saat nonton di handphone Advan kesayangan yang ada tipinya, atau saat nonton tipi di rumah yang akhirnya terpaksa beli antena! Hahahaha..

 

10.Bulan Juni 2014 ini memang bener-bener bersejarah saking banyaknya event ya. Selain Piala Dunia, adik-adik kita di U-19 juga banyak tanding bola. Atlet-atlet bulutangkis juga lagi main. Jakarta tanggal 22 Juni kemarin juga ulangtahun. Meski demikian, yang kedengeran itu lebih ke soal Jakarta Night Sale-nya daripada soal esensi ulangtahunnya itu sendiri. Hahahaha.. Soal debat copras-capres.. nggak usah dibahas lah yaaa. Atau kalau mau dibahas ya di entri tersendiri aja. Oh iya beberapa waktu lalu saya berkesempatan lihat Prabowo secara langsung! Hahahaha.. waktu itu dia lagi memaparkan visi misi di bidang ekonomi dan pasar modal, dan malemnya dia ngomongin hal yang sama di acara dialog Kadin. Baru kali ini juga ketemu langsung sama yang namanya Fadli Zon dan baru tahu kalau ternyata Sandiaga Uno mendukung Prabowo. Menuju 9 Juli ini rasanya riuh sekali ya, sampai-sampai menjalani hari-hari menuju hari H itu rasanya udah malas saking gempitanya tipi-tipi itu memberitakan secara rutin si capres ini kampanye di sini, si capres itu kampanye di situ.. dan seterusnya, dan seterusnya.

 

11.Oh iya, bulan Juni ini banyak yang berulangtahun. Selain Kota Jakarta, si Syefa juga ulangtahun 12 Juni lalu. Tapi saya baru ingat sekarang. Saya lupa memberikan ucapan selamat.. Nanti tanggal 27 juga Feni ulangtahun dan tanggal 29 ada Gaby yang ulangtahun. Selamat ulangtahun teman-teman! Semoga semakin bahagia, makan-minum tetep teratur, sehat, jangan batuk-batuk kaya gue.. Amiiinnn.. Oh iya sebentar lagi bulan Ramadhan datang, dan tibalah masanya sahur yang sepi dan berbagai acara buka puasa yang penuh hingar. Dan sekarang, tulisan ini udah masuk empat halaman MS Word. Akhirnya saya putuskan untuk dipecah jadi dua entri saja, biar ngga kepanjangan bacanya. Di akhir tulisan ini, saya ingin mengingat kembali wedding fantasy saya yang begitu menggelikan, ketika saya menulisnya pada 2008 silam. Hahahahaha.. So Juni, selesailah dengan baik-baik, pelan-pelan ya. Semoga memasuki Juli nanti hingga ke penghujung 2014, semuanya akan baik-baik saja. Kalau kata Jokpin, segalanya menjadi mudah dengan mudah-mudahan.

 

[Kebon Sirih. 24 Juni 2014]

[01.39 AM]


About this entry