Berbahagialah mereka yang mati muda.

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah

Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi

 

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang

Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya

Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

 

Mari sini, sayangku

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung

Kita tak pernah menanamkan apa-apa

Kita tak ‘kan pernah kehilangan apa-apa

 

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan

Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda

Dan yang tersial adalah berumur tua

Berbahagialah mereka yang mati muda

 

Makhluk kecil.. kembalilah dari tiada ke tiada

Berbahagialah dalam ketiadaanmu

 

PS : ya, ini adalah puisi terakhir Soe Hok Gie, yang belum sempat diberi judul. Gie, sang aktivis mahasiswa Universitas Indonesia itu, meninggal di Gunung Semeru pada 16 Desember 1969, satu hari menjelang ulangtahunnya yang ke-27. Sosok Gie dipopulerkan oleh Riri Riza lewat film GIE pada 2005 silam. Tokoh Gie diperankan oleh Nicholas Saputra. Seingat saya, saya pernah punya DVD-nya. Tapi sekarang hilang entah ke mana. Jadi susah kan mau nonton lagi.. aduuhhhh.


About this entry