Kenapa Harus Kerja di Jakarta?

Well.. Sebenernya ngga ada yang nyuruh gw untuk kerja di ibukota, not even Bapak sekalipun. Kerja di Jakarta adalah murni keinginan gw sendiri. Maka pertanyaannya sekarang adalah, lantas apa yang membuat gw pengen kerja di Jakarta? Hmm.. Sebenernya banyak. Dan kalau boleh gw list, berikut adalah beberapa alasan kenapa gw memutuskan untuk kerja di sini.

#1. Pemerintah pusat ada di ibukota.

Artinya, semua kebijakan nasional, dibuat di sini. Semua narasumber ada di sini. Tamu-tamu negara datangnya ke sini. Presiden, Menteri, Dirut-Dirut, investor, stakeholder, DPR.. Semua ada di sini. Seluruh kedutaan besar negara sahabat, seluruh kantor representatives, seluruh pusat kebudayaan.. Semua ada di sini. Berhubung gw bekerja di instansi media di mana gw butuh berinteraksi dengan narasumber itu, WAJIB hukumnya gw kerja di sini. Seandainya rumah gw ngga di Bogor sekalipun, gw masih akan sangat mempertimbangkan untuk bekerja di Jakarta. Sama halnya kenapa waktu itu gw bela-belain untuk magang di Bernama, Kuala Lumpur dan bukan Bernama Penang, misalnya. Dan gw rasa, sama halnya seperti orang-orang yang pada demo di Jakarta. Kenapa mereka memilih untuk demo di Jakarta dan bukan di daerah? Karna kalau lo demo di Jakarta, lo punya chance didenger lebih banyak orang dibanding lo demo di daerah. Dengan begitu, kepentingan daerah lo pun bisa lebih didenger.

#2. Tantangannya lebih besar.

Sebenernya gw bisa aja kerja di Bogor. Tapi kalo gw kerja di Bogor, kesempatan gw wawancara Dirut or even Menteri adalah amat sangat kecil. Kalo liputan di Bogor palingan liputan trafik, kecelakaan, kuliner dan DPRD kota Bogor. Bukannya gw meremehkan, tapi tantangannya kurang. And believe me, when you can survive in Jakarta, you can survive in everywhere. Kenapa? Karna lo udah biasa kerja keras. Supir bus kota misalnya. Dia udah biasa ngadepin lalu lintas di Jakarta yang luar biasa macetnya. Kalo dia bisa handle itu, kerja di kota lain tentunya membuat dia lebih mudah adaptasi karna kerjanya mungkin bisa lebih santai. Di Jakarta, lo lebih punya kesempatan ketemu karakter dan latar belakang orang yang beranekaragam, karna bukan cuma lo satu-satunya putra daerah yang kerja di ibukota. Di Jakarta, lo akan nyadar bahwa cari duit itu SUSAH! Kompetitor lo di sana-sini. Lo kalah cepet dikit aja, udah disamber orang. Lo kalah pinter, yang lebih pinter yang akan dipilih. Life is HARD, cuy. And if you’re stupid, you have to work HARDER.

#3. Bisa buat perbandingan.

Pengalaman di Jakarta adalah pengalaman yang tentunya sangat berharga. Pengalaman waktu nego ama tukang ojek atau waktu mau beli Batik, misalnya. Karna lo udah tahu harga, lo bisa jadiin itu referensi lo. Misalnya kalo ada yang nawarin minuman harganya Rp 10.000, lo bisa bilang protes sambil bilang : “Busetttt, di Jakarta aja cuma Rp 5.000??”. Hehe.. Begitu juga kalo lo lihat harga batik di Jogja cuma Rp 45.000 misalnya, maka ngga heran kalo udah masuk Jakarta harganya jadi Rp 75.000.. Btw ini contoh doang loh ya..

#4. Play harder.

Bukannya gw sok metropolis atau sok mengagung-agungkan Jakarta, bukan. Gw masih cinta Bogor kok. Bogor masih asri lah, ngga sehiruk-pikuk dan ngga semacet Jakarta. Tapi guys, buat gw, Jakarta adalah taman bermain yang luas. Luaaassss banget. Even gw udah hampir setahun kerja di Jakarta, tetep aja masih banyak tempat yang belum di-explore. Masih banyak yang perlu dijelajah, termasuk kuliner dan sejarahnya. Selama ini sih, gw nongkrongnya di Sabang, Jaksa dan sekitarnya aja secara itu yang paling deket ama kosan gw.. Ahahahahahay..

#5. Cuma ada di Jakarta.

Banyak hal yang cuma ada di Jakarta dan ngga lu temuin di kota lainnya, even kota kelahiran lo. Jakarta banyak banget pernak-perniknya. Dari mulai busway, aturan 3in1, konser Dashboard Confessional, pameran film internasional, tukang kopi bersepeda keliling yang ngider sepanjang bunderan HI, orkes keliling, sampe banci kaleng yang ngga akan segan-segan joget di depan lo pas lo lagi dinner di kaki lima.. Semuanya gw rasa cuma bisa lo temuin di Jakarta.

Well, I think that’s all. Satu hal yang pasti, intinya hidup di Jakarta itu amat sangat berguna untuk melatih MENTAL.

Dan inget, lo ngga sendirian di Jakarta. Orang-orang juga punya pikiran yang sama kaya lo. Itulah yang membuat Jakarta makin sesak setiap harinya. Jakarta adalah tempat di mana orang-orang berupaya meraih impiannya masing-masing. Makanya gw lebih suka menyebut aktivitas gw saat ini adalah ‘mengadu nasib di Jakarta’. Hehe..

Guys, Luna Maya mungkin ngga bisa sesukses sekarang kalo dulu dia ngga mutusin ke Jakarta. Kangen Band mungkin juga gitu. Well, mungkin ngga semua orang berpikiran bahwa dia harus ke Jakarta dulu baru bisa sukses. Memang mind set-nya tidak harus seperti itu. Karna toh semuanya kembali ke individunya masing-masing.

Terimakasih Tuhan atas perjalanan sampai hari ini.

Alhamdulillah anggota badan masih lengkap, tidak kurang suatu apa pun baik lahir mau pun batin. Dan sekarang rambut gw semakin panjang. Kulit semakin gelap dan badan agak kurusan. Tapi saya bahagia. Banyak ilmu dan pengetahuan baru yang saya dapat setiap harinya. Bukankah itu yang paling penting?

Terimakasih Tuhan atas perjalanan sampai hari ini.

Semoga semua makhluk berbahagia.

[Kebon Sirih. 1 Juni 2010]

[00.38 am]


About this entry