Cool Narsums.

Narsum adalah singkatan dari narasumber alias source; orang yang bisa kita wawancara untuk memperkuat berita kita. Seluruh wartawan pasti tahu itu. Tapi di sini gw ngga bakal ngebahas soal definisi apalagi soal mana narasumber yang lebih bagus dari narasumber lainnya.

Di sini, gw cuma mau memperlihatkan beberapa narasumber yang menurut gw terdapat keseimbangan antara fisik dan otaknya. I mean, udah pinter, ganteng lagi!! Ahahahahay.. sori kalau entri ini bakalan keliatan najis nantinya, tapi ini sekedar share aja. Dari delapan nama narasumber yang gw list di bawah ini, ada sebagian yang udah pernah gw wawancara langsung, ada yang belum. Nah, yang belum itu, gw dapet cerita dari temen-temen gw yang pernah wawancara langsung dan sebagian lainnya gw cuma liat dari ulasan di media aja.

Ready? here we go the list..

1. Murtaqi Syamsuddin, Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PLN.

Murtaqi (kanan). I couldn’t find better picture than this on google. Shit.

Suaranya lembut. Sangat ke-bapak-an. Umur 52 tahun. Kalau menjawab pertanyaan pasti terstruktur dan dilengkapi data. Kalau lagi ditanya pasti dia mandang mata kita, menyimak baik-baik. Kalau dia lagi ngga mood jawab atau ngga tau jawabannya, dia pasti ngeles sambil melempar senyum. Dan senyumnya.. susah diungkapkan dengan kata-kata. Ahahahahay.. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia pada tahun 1981 dan gelar MBA Program dari University of Oregon pada tahun 2003. Udah lama di PLN dan menanjak kariernya sejak tahun 1993 waktu beliau menjabat sebagai GM PLN Disjaya dan Tangerang. Kenapa dia ada di nomer satu? ya karena itu tadi. Asli gw ngga konsen kalau udah wawancara dia. Ahahahahay.. Tapi gw lebih suka melihat beliau tanpa kacamata, karena kalau lagi pake kacamata, keliatan ‘tua-nya’.. hehe. Peace pak.

2. Sandiaga S. Uno, Direktur PT Adaro Energy Tbk, bos PT Recapital Advisors, bos PT Saratoga Investama Sedaya.

He’s cute, right?

… and the list continues. Beliau juga direktur di beberapa perusahaan lainnya. Beliau juga mantan Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Siapa sih yang ngga kenal anak dari Mien R. Uno ini? Sandi adalah lulusan Wichita State University, US dan setahun kemudian dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, US dengan IPK 4,00. Sandi juga masih menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sampai sekarang. Dan sekarang dia digosipkan bakal menjadi Ketua KADIN selanjutnya. Di usianya yang baru 40 tahun, bapak dua anak ini tercatat sebagai orang terkaya ke-29 di Indonesia versi majalah Forbes! Majalah tersebut menuliskan Sandi memiliki kekayaan US$ 400 juta. Wheeeww. Sandi juga banyak bersuara tentang betapa pentingnya mendorong tumbuhnya UMKM di negeri ini. Setiap diwawancara soal apakah Indonesia masih menarik bagi para investor, dia selalu menjawab pasti, apalagi Indonesia sudah masuk dalam anggota negara G20. Ckckckc. Cerdas. Lugas. Optimis. Plus, he’s so damn cute. Apalagi dia demen banget pake baju batik. Looks so fresh!

3. Ganjar Pranowo, Wakil Ketua Komisi II DPR-RI dari Partai PDI Perjuangan Dapil Jawa Tengah VII.

Walaupun rambutnya udah putih, but still, he’s handsome anyway.

Jujur, gw belum pernah wawancara langsung sama anggota DPR yang satu ini. Begitu gw googling pun, belum banyak yang menulis tentang beliau. Padahal sebenernya, dia udah lama malang-melintang di dunia politik dan termasuk politisi yang ‘lurus’ dan idealis. Politisi muda asal Purbalingga dengan logat Jawa yang kental dan gaya bicara yang cepat ini selain menjadi Wakil Ketua Komisi II, dia juga merupakan satu dari 30 orang anggota DPR yang masuk dalam Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century. Selain dia, ada juga Maruarar Sirait, Eva Kusuma Sundari, Hendrawan Supratikno, dan Gayus Lumbuun dari Fraksi yang sama, yakni PDIP. Well, gw bukan simpatisan PDIP loh ya. Ini murni atas penilaian objektif sekaligus subyektif (karena ganteng. Huehehe). Ruang lingkup Komisi II sendiri meliputi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, aparatur negara, agraria, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yang menjadi pasangan kerja Komisi II adalah Kementerian Dalam Negeri. Kata temen-temen gw yang udah pernah wawancara Ganjar, mereka bilang dia tuh ngerti isu, jawabannya lugas, fokus dan tidak bertele-tele. Hmm. Kapan ya gw berkesempatan wawancara beliau?

4. Emirsyah Satar, Direktur Utama PT Garuda Indonesia.

Sebelah kiri itu Pak SBY bersama istrinya, dan di kanan itu Pak Emir.

Di usianya yang udah 50 tahun, Emir selalu kelihatan segar. Sebelum di Garuda, Emir yang lulusan FEUI tahun 1985 pernah menjadi Assistant of Vice President of Corporate Banking Group Citibank dan pernah jadi Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Tbk. Baru pada tahun 2003 dia bergabung di Garuda sebagai Direktur Keuangan dan diangkat menjadi Direktur Utama pada 2005. Isu yang lagi hot saat ini adalah, Garuda berencana mau melepas saham perdana ke publik alias Initial Public Offering (IPO) pada Juni mendatang. Tapiiiii.. Emir pasti selalu ngeles kalau ditanya soal progress-nya. Underwriter belum ditunjuk, berapa saham yang mau dilepas pun belum pasti. (Btw, ni gw nulis review apa bikin berita sih?). Dan ternyata, utangnya Garuda juga banyak banget, lebih dari US$ 500 juta. Anyway, Emir adalah sosok yang sebenarnya mau kok sharing sama wartawan. Pembawaannya masih style anak muda banget deh. Dia ngga pelit ngomong dan kalau menjawab pertanyaan pasti sambil senyum. Dia juga gampang dihubungi kalau kita nanya via sms. Tapi kalau ditelpon, dia agak susah.

5. Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

I swear he’s cuter than this.

Meski namanya mirip nama perempuan, but that’s ok. Mungkin dia memang satu-satunya cowok Indonesia yang dinamakan Gita. Hehe. Gita kuliah S1 dan S2 di Harvard University jurusan administrasi bisnis kemudian diterusin ke administrasi publik. Wheeeww. How’s that sound to you? Gita pernah bekerja di Citibank, Goldman Sachs Singapura bahkan pernah menjabat sebagai Direktur Utama JP Morgan Indonesia. Tahun 2008, Gita mundur dari JP Morgan kemudian mendirikan Ancora Capital, perusahaan yang fokus pada investasi di sektor energi dan sumber daya alam. Dia juga mendirikan Ancora Foundation, yayasan yang menyediakan program beasiswa yang di depannya pasti dinamain The Gita Wirjawan Scholarship or Fund. Dia juga hobi maen golf and musik jazz. Dan sekarang, dia menjadi kepala BKPM. Gw pernah wawancara dia sekali-sekalinya, itu pun barengan sama wartawan-wartawan lainnya. But so far dia OK, mau ngejawab meski angka investasi yang disebut suka salah.

6. Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri RI.

I’m so impressed with this picture.

Well, beliau juga termasuk yang belum pernah gw wawancara langsung. Tapi dari track record-nya selama ini, melihat dari ulasan-ulasan media tentang dirinya dan sosoknya sendiri di layar kaca, gw rasa dia adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang paling ‘beres’, setelah Adam Malik dan Ali Alatas. Melihat sosoknya, entah kenapa yang terbayangkan di kepala gw adalah setelan necis bin klimis, pulpen Mont Blanc yang mungkin biasa dia pake, jam tangan Tag Heuer, sepatu Hush Puppies serta semilir wewangian parfum CK or Hugo Boss. Err.. okay, anyway, sebelum jadi menteri, pria 47 tahun ini pernah menjabat sebagai Juru Bicara Departemen Luar Negeri. Dia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk PBB dan Duta Besar RI untuk Inggris. Dia juga pernah dapet amanah sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB. Wheeeww. Ni gw rasa kalau gw liat CV-nya secara full, gw bisa geleng-geleng kepala terus saking amazed-nya. Marty menamatkan pendidikan S1-nya di London School of Economic and Political Science, University of London (LSE) dan S2 Master of Philosophy di Cambridge University. Di LSE-lah dia bertemu dengan perempuan yang kini menjadi istrinya, Sranya Bamrungphong yang ternyata oh ternyata adalah perempuan berkebangsaan Thailand yang merupakan anak dari seorang diplomat Thailand (why is it seems so familiar to me?). Lalu, Marty melanjutkan pendidikan doktoralnya di Australian National University. Fiuhhh (bentar gw tarik napas dulu). See? Udah ngga diragukan lagi lah capability-nya. Lu mau nanya soal dampak isu teknologi nuklir yang dikembangkan di Iran bagi Indonesia, soal hubungan Obama-SBY sampe soal WNI yang hilang di AS, gw rasa dia bisa jawab. Plus, ketawanya bikin dia makin cakep.

7. Ignasius Jonan, Direktur Utama PT Kereta Api (Persero)

Ini gambar yang paling bagus di google.

Nahh. Kalau bapak yang satu ini gw sering wawancara langsung. Beliau termasuk WNI etnis Cina yang sangat-sangat nasionalis. Mata boleh sipit, tapi begitu ngomong.. JDERR! Logat jawa-nya langsung keluar. Hehehe. Beliau hobi guyon alias becanda. Senyumnya lucu. Dia mau ditanya yang macem-macem meski selalu lupa kalau ditanya soal angka. Kalau ngomongin soal kereta, pasti dia nanya dulu ke wartawannya: kalian ada yang pernah naek kereta? Tentu saja dengan lantang saya menjawab: SERING pak! Bogor-Jakarta! Ahahahahay.. kalau udah tahu gitu, biasanya dia bakal seneng banget karena kita ngobrolnya jadi enak. Sebagai pengguna kereta, gw bisa ngerti kenapa PTKA sebenernya pengen menghilangkan kereta ekonomi dengan syarat tarif mesti dinaikkan. Dia bilang, cuma di Indonesia yang keretanya ada 3kelas sekaligus 3tarif : Ekonomi, Ekonomi-AC dan Express. Di negara lain itu semuanya dipukul rata jadi satu tarif. Btw tapi dia termasuk Dirut yang ngga mau ngasih nomer hp ke wartawan. Pasti dia lempar ke Humas aja. Hppffhhh. Jonan, begitu dia biasa dipanggil, adalah alumni jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya. Jonan yang juga lulusan Columbia Business School, Universitas of Columbia, AS, ini pernah lima tahun menjadi presiden direktur PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia. Sebelum jadi Dirut PTKA, dia banyak malang-melintang di dunia perbankan dan menjabat managing director and head of investment banking goup Citigroup Indonesia. Dia juga pernah mengambil program senior managers in government di Kennedy School of Government, Harvard University, AS, lalu program corporate governance di Stanford Law School, Stanford University, AS, serta Master of Art Program in International Affairs di The Fletcher School, Tufts University, AS. Hmmm. Gw selalu menunggu kesempatan buat wawancara beliau buat profil nih.

8. Aas Asikin Idat, Direktur Utama PT Pupuk Kujang (Persero).

Aslinya agak pendek, matanya bulet banget dan kulitnya putih.

Namanya Sunda banget ngga sih?? Hehe. Pak Aas ini kalau diwawancara pasti agak-agak takut gimana gitu. Mungkin dia kurang biasa ngadepin wartawan. Padahal yang ditanya juga ngga akan jauh-jauh dari produksi pupuk, penjualan, pasokan gas dan seterusnya. Pria asal Bandung ini memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1981 dan menerima gelar Magister Manajemen di tahun 1997. Beliau bergabung dengan Pupuk Kujang pada tahun 1984 sebagai staff di Kompartemen Administrasi dan Keuangan dan pernah menjabat di beberapa posisi. Tahun 2001, dia menjabat sebagai Direktur Komersil dan Keuangan lalu diangkat menjadi Direktur Utama sejak 2004. Waktu itu gw berkesempatan dateng ke pabrik Pupuk Kujang di Cikampek sampe 2 kali dan keliling-keliling di sekitar kompleks pabrik.

Okay, that’s all. Tulisan ini tidak didedikasikan untuk siapa-siapa, tapi bukan buat suka-suka juga. Dengan bikin tulisan seperti ini, meski berunsur subyektif, tapi gw rasa kalian juga bakal setuju deh sama semua yang gw utarakan di atas. Ya kan? Syukur-syukur kalau bisa nambah wawasan kalian. Nanti kalau gw berkesempatan bertemu dengan narasumber lain yang oke-oke, insyaallah akan gw share lagi di sini. Sabar yaaa.

[Bogor. 25 April 2010]

[06.26 pm]


About this entry