STUCK.

Curhat #1.

Saya ngga tahu apa yang terjadi sama saya akhir-akhir ini. Kerja jadi ngga fokus. Konsentrasi hilang. Mau ngapa-ngapain jadi ngga mood. Mau ngapa-ngapain jadi males. Padahal, semuanya berjalan seperti biasanya. Saya sehat, ngga lagi sakit perut atau mules-mules. Ngga ada yang berubah dan ngga ada yang aneh. Dan saya ngga kekurangan suatu apa pun. Alhamdulillah uang masih ada (meski sudah menipis). Cinta dari keluarga juga sudah bertumpah ruah saya dapatkan. Cinta dari teman-teman saya juga, semuanya sudah lebih dari cukup.

Lalu apa yang saya pikirkan? Apa yang saya khawatirkan? Kenapa jadi tiba-tiba begini? That’s the whole point, my friend. I don’t know what makes me so confused these days. And I’m still trying to figure it out.

Tiba-tiba saya mulai baca-baca lagi tulisan saya yang dulu-dulu. Dan ternyata… OMG. Tulisan saya tahun lalu masih JAUH lebih baik dari tulisan yang saya buat akhir-akhir ini. Yang dulu lebih terstruktur, lebih rapi, lebih kelihatan ‘niat’ dan lebih kelihatan ‘semangat’nya dalam menulis berita. Lha sekarang? Beda banget sama yang dulu. Dibilang asal-asalan ngga juga, saya masih tetap niat nulis berita dan tentunya semua yang saya tulis bisa dipertanggungjawabkan. Tapi… ya itu tadi. Apa yang membuat saya jadi kaya gini pun saya sendiri ngga tahu.

Curhat #2.

Ada yang bilang mungkin saya lagi jenuh-jenuhnya kerja. Hmmm. Masuk akal juga. But hellooooo?? Kerja juga belum sampai setahun, masa udah jenuh? Bukankah pekerjaan seperti ini yang saya idam-idamkan dari dulu? Bukankah ini cita-cita saya? Bukankah ini yang membuat saya bahagia? But wait—bahagia? Apa iya saya bahagia? Of course! Saya senang pekerjaan ini. Saya senang lingkungan kerja saya. Saya senang dengan kantor saya. Lantas, apa yang membuat saya seolah-olah kelihatan tidak bahagia? Nah itu dia. Saya juga ngga tahu.

Oh please. Don’t you dare telling me that you never felt the same as I felt today. Kalau mau hiperbol, bisa dibilang mungkin saya lagi kehilangan semangat hidup. Hilang jati diri sesaat. Hahaha. Padahal, I already tried to entertain myself and cheer myself up, as I usually do. Watching movies, had pillow talks and deep conversations with my bestfriend, karaoke, shopping…. All the things that I usually do for entertain myself. But it didn’t work well. And now, all I want to do is just writing, as I usually do when I wanna do something called ‘escapism’.

Do I need a break? I mean—holiday? Oh come on. Last Monday I prefer went to Cikampek cause I wanna go out from town. Jakarta makes me sick sometimes. But unfortunately, watching those deers, factory and interviewed some cool directors, even didn’t work out.

Pertamanya saya merasa mungkin saya berlebihan. Tapi lama-lama, setelah saya baca-baca status orang, baca-baca notes orang, ngobrol dengan orang-orang… ternyata rata-rata mereka kurang lebih sama juga kaya saya; lagi bosen. Ngga tahu mau ngapain. Kenapa momennya bisa samaan gini ya? Hehehe. Sebenarnya masih banyak goal-goal yang masih pengen saya raih, dan saya yakin begitu juga dengan mereka. Tapi entah kenapa saat ini lagi pengen diem aja. I felt nothing.

Curhat #3.

Ada juga temen saya yang bilang mungkin saya lagi jatuh cinta. Ahahahay. Oh come on fellas. I’m not that fancy. Masa-masa jatuh cinta dan genit-genitnya saya kayanya udah lewat. Everytime love comes, I tried to handle it wisely. Saya coba menyikapinya dengan cara yang dewasa. Saya tahu persis bagaimana rasanya dan saya akan dengan sangat rendah hati mengakuinya pada diri sendiri; kalau memang saya lagi jatuh cinta. Tapi saat ini, saya sedang tidak merasakan apa-apa. Like I used to say earlier : I felt nothing.

The reason about what happened to me just now, is not because the effect of a guy.

Ada temen saya yang pernah bilang, jangan sampai apa yang kita pikirkan dan lakukan sekarang adalah semata-mata karna lagu yang lagi kita gandrungi sekarang. Juga jangan sampai karna pengaruh dari buku-buku yang lagi kita baca, atau karna film-film yang lagi kita tonton sekarang. Kalau bisa, apa yang kita fikirkan sekarang dan apa yang akan kita lakukan nantinya, itu bener-bener karna kita sendiri yang mau, not because influence from certain movies, books or songs. But I kinda disagree with that. Manusia mana yang tidak pernah memiliki ikatan batin dengan lagu, buku atau film tertentu. Dialogs and quotes yang muncul, tentu memberi kita inspirasi. Tapi ada benernya juga sih. Jangan sampai affect the whole idea; jangan sampai affecting the way we living the life. Tapi rasanya, saat ini saya lagi ngga kena pengaruh lagu, buku atau film tertentu juga sih. Kegelisahan ini murni muncul dari diri sendiri.

Kadang, saya menertawakan teman saya yang tidak bisa deal with the situation. Those who failed to deal with their own feelings. I mean—psychologically. They couldn’t stand the condition of themselves psychologically. Kadang saya ngga tahan sama cowok yang kok kayanya dia cemen banget, gara-gara putus sama ceweknya kok malah jadi kaya ancur-ancuran. Ngga bisa handle sama dirinya sendiri then move on. Lantas, yang terjadi malah dia terus-terusan ngga konsen dan tiba-tiba ngefek ke kerjaan dia. Oh come on. Cowok kok letoy begitu. Tapi itu baru sebatas karna putus aja. Sekarang saya mengerti bagaimana efek psikologis pasangan yang bercerai. Wheew. Sekarang saya ngerasa wajar kayanya kalau pasca cerai, mereka jadi ngga konsen ke kerjaannya. That’s why saya suka banget sama kata-kata salah satu narasumber saya yang waktu itu saya wawancara : syarat sukses itu salah satunya juga kondisi rumah tangga harus baik, biar ngga kebawa-bawa ke kerjaan. Wait—kok jadi ngomongin ini? Agak-agak ngga nyambung ya? Hahaha.

Curhat #4.

Tapi at least sekarang saya sedikit lega. Dengan menulis, saya sedikit relieved. Padahal, ngga akan ngerubah keadaan juga. Saya masih aja bingung, dan ngga tahu kenapa.

Dari kemaren-kemaren saya nyari kosakata yang pas buat menggambarkan suasana saya saat ini. Dan saya baru menemukannya malam ini. Yeah. I rather call it : STUCK. Yeah—I’m stuck. Bahasa kerennya : lagi mentok. Haha.

Maaf kalau ada yang menganggap serius tulisan ini. Maaf kalau ada yang tersinggung dengan kata-kata dan perbuatan saya akhir-akhir ini. Bukannya saya senewen. Bukan juga karna udah lama ngga main poker. Bukan juga karna tamu bulanan yang mampir setiap bulan yang melanda setiap wanita, bukan juga karna itu.

Yang jelas, semoga aja besok saya bisa lebih semangat. Dan bisa lebih sabar. Kembali fokus dan kembali konsen. Entah karena apa pun itu nanti. Kemana cita-cita bahwa 2010 akan lebih awesome and full of new hopes and new things? Self fulfilling prophecy, try to work on it, Ga. Sekarang baru bulan 3, masih ada 9 bulan lagi. Ayo ah, semangat!

[Kebon Sirih. 23 Maret 2010]

[11.29 pm]


About this entry