Facebook, Status dan Jebakan Batman.

Kalo dulu orang masih suka iseng internetan dengan menggunakan identitas palsu, sekarang orang lebih suka menunjukkan diri mereka yang sebenarnya di dunia maya. Kalo dulu bapak gw sering bilang “hati-hati kalo internetan, ngga usah ngasih identitas asli”, sekarang kata-kata itu seolah-olah seperti sudah tidak ada maknanya lagi.

Masih inget ngga waktu jaman SMP, kita sering meluangkan waktu sejam-dua jam pergi ke warnet (warung internet) sepulang sekolah? Bukannya buat nyari bahan tugasan atau sekedar check email. Tapi buat ngecheck Friendster atau masuk ke chatting room seperti MiRC. Lalu kita mulai iseng add orang lain sebagai friend list kita (padahal kita ngga kenal siapa orang itu). Lalu kita mulai iseng melabel diri kita sendiri sebagai ‘jessie_cute’, ‘cowokmacho’, atau ‘sikurus89’. Lalu chatting dengan seseorang nun jauh disana dan mulai ngobrol ngalur ngidul yang dimulai dengan…“asl pls” (baca: age,sex,location please). Lalu kita pun menipu bahwa kita sudah berumur 27 tahun. Udah kerja. Dan kononnya sekarang lagi tinggal di UK. Abis itu? Besoknya kita chatting sama orang baru lagi. Begitu seterusnya.

Sekarang, chatting udah mulai ngga jaman. Sekarang orang lebih terbuka dengan hanya accept id orang yang memang dia kenal, untuk kemudian di-add di ym list-nya (dan ngga harus ym, msn, or apa pun itu). Dan akhir-akhir ini, ada satu fenomena yang lagi booming di dunia internet. Yupp. Apalagi kalo bukan facebook.

Akhir-akhir ini manusia semakin sibuk ingin tahu tentang keadaan manusia lain. Dia lagi sibuk apa sekarang. Siapa pacar barunya. Dia kuliah/kerja dimana. Siapa musisi favoritnya. Sampe tentang apa yang lagi dia pikirin sekarang.

Akhir-akhir ini manusia juga semakin ingin show his/her true colors. But—wait. Through facebook? Yeah. Why not? Sekarang udah ngga jaman sok-sok misterius ala Rangga. Kita tinggal buka ‘profile page’-nya, then.. tadaaa! Semua detail informasi tentang orang itu udah bisa kamu liat di sana. Ngga perlu kenal dia dari SD atau bahkan dari TK. Kamu buka facebook-nya pun, kamu bisa tau kaya gimana orang itu sekarang.

Lantas apa salahnya punya account di facebook? Ngga, ngga ada salahnya. Gw punya account di facebook. Sekadar menunjukkan kepada orang-orang di luar sana bahwa gw masih wujud di dunia ini. Sebagai wadah untuk gw nostalgia sama temen-temen lama gw. Sebagai wadah silaturahmi, berkirim salam dan menanyakan kabar. Sebagai wadah pengumuman sesuatu event. Sebagai wadah ’ngambil’ foto (membuat masalah transfer-transferan foto menjadi lebih mudah). Dan terkadang, juga sebagai wadah mengekspresikan pikiran dan perasaan. Selain itu, gw males nyoba-nyoba aplikasi di facebook. Ngirim bunga, teddy bear atau apalah itu. Lalu ikutan tes ini-itu (seberapa Perancis-kah kamu? Siapa artis yang cocok jadi pembokat lo? Tipe cewek seperti apakah kamu?). Owwhhh. Please. Gw ngga seiseng itu.

Tapi menurut gw masih bisa dibilang normal kalo kamu punya account di facebook (sebagai peralihan dari friendster). Punya account di myspace juga masih normal, apalagi kalo kamu sekalian mau promosiin album baru kamu atau sekadar promosiin event yang kamu organized. Sah-sah aja. Menurut gw, mulai ngga normal kalo kemudian kamu kebawa nafsu untuk bikin account di Plurk, Hi5, Tagged.. dan social networking lainnya. Entah kamu kesambet apa, tapi yang jelas gw salut aja kalo kamu memang punya banyak waktu untuk selalu meng-update profile kamu di sana.

Persoalannya sekarang, apakah info yang gw tulis di sana (baca: facebook) benar adanya? Lalu apa hubungannya dengan Jebakan Batman?

Well, sedikit info tentang Jebakan Batman (dari pelbagai sumber) :

Versi pertama :

”Jebakan Batman : istilah metaforis untuk kondisi-kondisi konyol yang tidak terduga. Contoh kasus: diajak temen ke rumahnya, eh ternyata ada mantan pacar yang masih ngebet, padahal kita udah emoh. Itu namanya kita kena Jebakan Batman.”

Versi kedua :

”Jebakan batman itu istilah jaman dulu di sekolah. Cuma ungkapan aja yang artinya jebakan banget.. kan akhirannya sama-sama –an (jebak-an batm-an).”

Versi ketiga (yang agak-agak ngga nyambung) :

”….soalnya di gua batman (batcave) itu banyak jebakan untuk mencegah musuhnya menyelinap masuk…”

Jadi intinya.. jebakan yang dibikin si Batman atau jebakan buat ngejebak di Batman?! Hmm.. atau mungkin jebakan betmen/batman = jebakan banget man?? Well, apa pun itu, intinya adalah, gw minta maaf kalo ada di antara kalian yang kejebak Jebakan Batman yang gw sama Haikal buat di facebook akhir-akhir ini. (sori lu jadi kebawa-bawa nih Kal). Ngga, ngga. Gw sama Haikal ngga jadian kok. Dan gw mendapat pelajaran penting setelah gw ganti status relationship gw di facebook.

….bahwa ternyata gampang banget bikin opini publik tentang diri kita. Guys, facebook tells everything. Apa yang kamu ubah disana, bisa bikin orang lain ’mikir’ seperti yang kamu inginkan.

Lagipula.. apa sih artinya status di jaman sekarang ini?

Setahuku yang namanya status itu cuma ada single atau double. Tapi ternyata friendster dengan semena-mena menghadirkan satu jenis status relationship baru : ”it’s complicated”. Facebook lebih jujur lagi dengan menghadirkan pilihan ”in an open relationship”. Apa makna sebenernya dari status-status itu, kita ngga pernah tahu. Kita selalu berputar di dalam persepsi kita sendiri. Uniknya, seandainya kita ’in relationship’ pun, kita dikasih pilihan sama ada kita mau menuliskan nama pasangan kita atau ngga. Info status ini sebenernya juga bisa dipilih sama ada kamu mau nunjukinnya atau ngga. Kabar ganti status dari ’single’ menjadi ’double’ semestinya menjadi kabar yang menggembirakan. Tapi masalahnya sekarang, gw cuma muak aja ngeliat orang-orang sibuk ganti status. Sebentar-sebentar single, sebentar-sebentar in relationship.. Putus hari ini, harus ubah status hari ini juga. Jadian hari ini, harus ubah status hari ini juga. Ohhhhhh come on.

Sirik? Pathetic? Desperate? Say it, guys. Say anything that u want to say to me.

What’s the point of ‘in relationship’, kalau ternyata kamu cuma pertahanin status di facebook aja? What’s the point of relationship, if u’re still cheating with another person? What’s the point of relationship, kalau kamu ternyata udah ngga ada perasaan apa-apa sama pasangan kamu? Untuk status single juga sama aja. What’s the point of being single kalau ternyata kamu masih berhubungan sama mantan pacar kamu? What’s the point of being single kalau ternyata kamu sekarang sedang TTM-an sama seseorang? What’s the point of being single kalau ternyata kamu adalah selingkuhan orang lain? Then what’s the point of ganti status, kalo itu cuma bakal nyakitin perasaan orang lain? Kalo gitu mendingan status kita ngga usah diliatin sekalian di publik. Now u guys please tell me what’s the point.

Bentar lagi gw lulus. Dan bentar lagi gw masuk umur 21. Kayanya gw udah mesti focus planning tentang what is the next step in my life. Bukannya ngurusin soal status begini.

[aman damai. 7 April 2009]

[12.17 am]

Ps: gw suka banget tulisan dia tentang facebook. Guys, seriously. Read it please.


About this entry