Sosok itu datang lagi.

Hari ini aku melihat sosok itu lagi.

Sosok yang pernah sangat berjasa dalam membimbing dan mengarahkanku waktu awal-awal aku ‘akhirnya’ terlibat di PPI-USM. Sosok yang awal-awal meragukan kemampuan kami (anak tahun satu waktu itu) untuk membuat suatu acara. Sosok yang sempat meragukan kepemimpinanku. Sosok yang terus memotivasi dan menantangku untuk terus melakukan yang terbaik. Sosok yang sering dilupakan orang, padahal jasa-jasanya masih dapat kukenang hingga sekarang.

Badannya masih tinggi besar. Malah makin besar nampaknya. Kacamatanya masih model yang sama seperti dulu. Senyumnya masih seperti dulu. Kalau dia tertawa, matanya membentuk garis seperti sipitnya orang Cina. Lalu gigi-giginya akan nampak semua. Sekilas seperti Hagrid dalam serial Harry Potter. Bedanya, dia tidak berjanggut. Dia tidak banyak berubah.

Satu hal yang paling aku ingat darinya dan yang menjadi ciri khasnya sampai sekarang : kesederhanaan. Ngga perlu berkata banyak, yang penting buktikan dengan perbuatan. Ngga pernah ngomong banyak, tapi dia akan senantiasa membantu bila kita memohon pertolongan. Dia akan bergerak dalam diam.

Dia mengakui bahwa kemampuan interpersonalnya agak kurang. Dia kurang fasih berbicara di depan banyak orang. Dia lebih memilih bekerja dalam diam.

Setiap tutur katanya adalah nasihat. Setiap langkahnya adalah semangat. Setiap perbuatannya adalah ikhlas. Aku mengaguminya.

Maka ketika aku melihat sosok itu lagi ketika dia keluar dari balik pintu setelah turun dari tangga menuju tempat kami latihan di atas cafe Restu, aku meloncat kegirangan.

Aku merindukan nasihat-nasihatnya yang berharga itu. Aku merindukan tutur kata lembut nan pemalu itu. Aku merindukan sosok yang penuh semangat untuk terus memajukan PPI-USM.

Bang Dio, selamat datang kembali ke USM! n_n

[aman damai. 15 Februari 2009]

[09.53 pm]


About this entry