Sheila on 7 : U guys now realized ur ‘arah’.

Sebenernya gw agak-agak ngga suka sama judul album keenam Sheila on 7 (Menentukan Arah-red). Kayanya kurang gimanaaaa…gitu. Tapi sepuluh lagu di dalamnya udah bisa ngebuktiin arah Sheila on 7 sekarang yaitu : ingin tetap eksis di blantika musik Indonesia.

Dan gw rasa, itu bukanlah suatu hal yang mustahil untuk dicapai.

Setelah pontang-panting kepayahan di album keempat (Pejantan Tangguh) dan album kelima (507), di album keenam ini mereka berhasil ‘bernafas’ lagi. Gw rasa Sheila on 7 berhasil berbenah. Pergantian personel, ego masing-masing personel, management yang selalu mendukung dari belakang.. semuanya bikin mereka tambah dewasa sekarang.

Jujur gw akuin, gw adalah salah satu fans berat mereka. Gw dengerin musik mereka dari jamannya gw SD kelas 6 (waktu itu mereka baru ngeluarin album pertama mereka dengan hits single Kita.) Lalu gw mulai jatuh cinta sama lagu Dan. Kisah Klasik untuk Masa Depan. Percayakan Padaku. Jangan Beritahu Niah. Radio.. dan masih banyak lagi. Gw koleksi semua album mereka. Pertamanya gw beli kaset, tapi di album ke enam ini gw belinya CD. Secara kalo kaset.. waduh? Oldschool banget. Huehehehehe.

Anyway, dulu waktu gw ke Jogja pun gw bela-belain mampir ke markas mereka (dulu waktu masih di Atmosukarto). Yah, kalo ngga salah itu jaman-jamannya SMA. Sampe akhirnya waktu mereka konser di Jakarta (studio TransTV), Penang (Pisa) bahkan di Kuala Lumpur (Bukit Kiara) sekalipun, gw bela-belain nonton mereka. Hmmm.. Kalo ada penghargaan fans paling loyal sepanjang masa, kayanya gw udah bisa masuk nominasi nih. Karna percaya atau tidak, gw ngedaftarin diri jadi Sheilagank (FansClub gitu deh). Gw juga sampe beli T-shirt mereka gitu. Gw berhasil foto bareng sama mereka. Gw berhasil mendapatkan pic gitarnya Eross sehabis konser di Jakarta. Gw berhasil bersaing dengan fans-fans lainnya untuk mendapatkan tandatangan mereka setelah konser usai. Tindakan bodoh? Mmmm. Mungkin.

Yaaa namanya juga fans. Emangnya lo ngga pernah kaya gitu?

Setelah gw pikir-pikir, waktu itu memang gw masih dalam masa-masa jahiliyah. Ngefans yang terlalu berlebihan. Terlalu memuja-muja sang idola. Di stasiun TV mana Sheila on 7 perform, di situ gw khusyuk nonton mereka di depan TV. Di mana mereka bakal manggung, gw pantengin jadualnya. Kalo mereka diliput di majalah atau koran, kadang-kadang gw gunting fotonya trus kemudian ditempel deh di binder gitu. Gw sampe hafal sejarah band mereka. Gw tahu darimana asal kata Sheila on 7. Waktu itu juga gw bangga sambil sedikit sombong waktu nunjukin ’keberhasilan’ gw selama ini (foto bareng, tanda tangan, etc). Sering ngga suka kalo ada orang yang ’nyela’ Sheila on 7. Menganggap bahwa fans-fans lain adalah ’saingan’ dan sebagainya. Ahahahahahaa.. Masa-masa jahiliyah banget sih.. Maklumlah, ngefans dari SD gitu loh.

Tapi gw bangga bilang ke lo semua bahwa.. Ya, gw emang SheilaGank. So what?

Walaupun gw ngga yakin Duta cs ’hafal’ nama gw atau ngga. Jangankan nama, muka gw aja belom tentu mereka inget. Gw juga ngga yakin apa Eross tau kalo gw kagum banget sama skill-nya nyiptain lagu. Diam-diam gw juga merestui hubungannya dengan Leony, walaupun sekarang mereka udah putus. But—wait. Kayanya Eross ngga perlu restu dari lo lah Ga.. Lo pikir lo siape mbaa? Ahahahahhaaa..

Dari keenam album mereka, favorit gw tetep Kisah Klasik untuk Masa Depan. Ya, yang album kedua itu. Di album itu juga logo Sheila on 7 diperkenalkan untuk kemudian terus dipake sampe album kelima. Di album keenam ini aja yang ngga tau kenapa kok logonya diganti.

Sheila on 7 berhasil membuktikan bahwa mereka tetap eksis setelah lebih dari sepuluh tahun berkarya. Dulu mereka sangat dipuja. Sempat redup beberapa tahun. Krisis dengan Anton dan Sakti. Terus bereksperimen dengan musikalitas mereka. Berhasil bikin soundtrack film (30 Hari Mencari Cinta-red). Udah ngeluarin album best of the best plus tiga lagu baru (Jalan Terus, Sekali Lagi, Bertahan Disana). Mereka berhasil nembus pasar Malaysia dan Singapura. Mereka juga berhasil meraih berbagai penghargaan musik bergengsi di Indonesia juga di Malaysia. Walaupun dulunya Eross-lah yang paling banyak nyiptain lagu, tapi lama-kelamaan Adam, Duta, Anton bahkan Sakti turut menyumbang lagu.

Okay, back to album ke enam mereka.

Di album ke enam ini, mereka tampil back to basic. Musik yang kembali sederhana khas Sheila on 7. Lirik yang lebih nyantai tapi juga ‘dalem’. Walaupun gw akuin, tema lagunya banyak yang menyesuaikan ‘pasar’. Tapi ciri khas Sheila on 7-nya tetep kerasa. Di album ini Sheila on 7 kembali ‘melahirkan’ nama-nama baru. Setelah Rani, Sephia, Niah dan Khaylila, di album ini ada Lia dan Linda. Dan yang lebih penting, Sheila on 7 siap untuk kembali menggebrak blantika musik Indonesia. Mereka berhasil bangkit dari masa-masa suramnya. Gw rasa popularitas mereka bisa naik lagi setidaknya dari akhir tahun ini sampe awal tahun depan. Well, walaupun gw sedikit menyesali kenapa musti lagu Betapa yang dijadiin hits single. Menurut gw masih banyak lagu yang lebih bagus dan lebih menggebrak; sebut aja Mudah Saja, Jalan Keluar, Sampai Kapan, dan Lia Lia Lia. Single keduanya juga bagus, malah udah dibikin video klipnya (Yang Terlewatkan-red). Setelah Berhenti Berharap, ada juga lagu yang begitu menyayat hati, judulnya Alasanku. Intinya sih, kesepuluh lagu di album ini kedengeran lebih fresh aja. Oiya, album ini juga masuk dalam daftar Album Terbaik 2008 versi majalah Rollingstones Indonesia.

Maka, sekarang siap-siap aja. Kaya’nya fee manggung mereka bakal kembali ’mahal’. Bukan mustahil kalo ada provider telefon atau perusahaan rokok yang kembali mensponsori mereka untuk ngadain tour lagi. Bukan mustahil juga kalo nanti lagu-lagu mereka kembali dipake buat soundtrack sinetron dan menggeser singgasana Letto saat ini. Huehehehehhe.. Kaya’nya gw juga ngga bakal heran kalo aja mereka kembali dimintai jasanya untuk menjadi ikon iklan seperti waktu iklan Starburst dulu (eh, ngomong-ngomong.. apa kabarnya tu permen sekarang??). Well.. apa pun itu, Sheila on 7 akan terus berkarya untuk membuktikan bahwa band mereka tetap layak untuk diperhitungkan.

Menjadi legend?

Mmm. Kaya’nya masih jauh. Tapi gw yakin, lagu-lagu mereka (walaupun sebiji-dua biji) pasti pernah kamu gandrungi juga kan? Ngaku aja deh.. Huehehehehehe..

Jalan Terus Sheila on 7!!

[Uni-heights. 17 Desember 2008]

[09.07 pm]


About this entry