My Mom in Memorial.

I miss my mom. Again.

Sebelumnya, ada berita duka hari ini. Para penghuni blok K05 lantai 1, Desasiswa (baca:asrama) Aman Damai sedang berduka. Kami semua dikejutkan dengan berita duka cita bahwa ayahnya Bushra meninggal dunia tadi sore sekitar jam 5 di rumahnya di Kedah.

Saat itu juga kedua kakiku lemas.

Innalillahi wainailaihi raji’un.

Aku yang baru saja beranjak menuju bilik TV untuk menyantap makan malam, jadi ngga selera makan. Sejenak kutinggalkan nasi goreng ikan masin di sana lalu pergi menuju kamar Bushra.

Bushra tidak menangis. Dirinya terlihat tegar. Waktu aku mengucapkan turut berduka cita, dia cuma bilang : ”Doakan ye vega..”. Dirinya pun langsung bersiap pulang ke Kedah. Kebetulan adik laki-lakinya sedang berada di Penang dan memang berniat pulang ke rumah malam ini jam12. Namun Bushra mengajak adiknya itu pulang bersama selepas magrib. Sebagai anak sulung dari delapan bersaudara, Bushra merasa bertanggungjawab untuk menjaga emosi adik-adiknya. Dirinya tidak memberitahu adiknya itu perihal kematian ayahnya melalui telepon. Setibanya di Sungai Nibong, Bushra lantas memberitahu adiknya kenapa dirinya memaksa adiknya pulang selepas magrib. Setelah diberitahu, adiknya diam. Diam, tapi tidak menangis. Entah berapa umurnya, tapi sepertinya dia terlihat tegar.

Begitu juga dengan Bushra.

Kesedihan terpancar jelas dari wajahnya. Apalagi dirinya masih harus menghadapi final exam Senin ini. Dan masih ada beberapa paper lagi setelah itu. Tapi dirinya tidak menangis. Wajahnya ditekuk kala pergi menuju Sungai Nibong tadi. Kami, para tetangganya, turut mengantar kepergiannya. Awin, roommate Bushra, mengantar Bushra hingga ke Sungai Nibong.

Sewaktu Bushra pergi, aku pun kembali teringat momen-momen terakhir bersama (alm) ibuku. Sama seperti hari ini, hari itu pun hari Jum’at. Mamah (panggilanku kepada ibu) juga menghembuskan nafas terakhirnya sore hari, sekitar pukul 5 sore di rumah sakit. Alhamdulillah Allah mengijinkan aku untuk berada bersamanya di saat-saat terakhir kepergiannya.

I was there. And I saw her.


[aman damai. 8 November 2008]

[01.30 am]


Ps: Sorry guys. Aku fikir waktu itu aku hanya terbawa emosi seiring dengan kepergian bapaknya Bushra. Cerita tentang aku dan ibuku, biarkan aku dan Tuhan saja yang tahu. Makin sering kuinget, makin sedih jadinya. So, mendingan ceritanya kusimpan dalam hati aja. =) (updated : 10 november 2008, 11.53 pm).


About this entry