Chan Siang Ling.

Udah lama banget gw pengen nulis tentang makhluk satu ini. Sempat terbesit dalam benak gw bahwa suatu saat gw akan menulis tentangnya, tinggal masalah waktu aja. Hehe.

Sampe akhirnya tadi sekitar jam12malem, dia sms gw minta dikirimin format buat Laporan Berita Kampus. And that time I was like.. Oh My God! What a coincidence! Akhirnya saat itu juga gw ngerasa.. ‘Oke, mungkin inilah saatnya gw nulis tentang dia’. Apalagi dengan buntunya ide-ide dalam kepala gw akhir-akhir ini sehingga ngga ada topik yang cukup menarik untuk ditulis, akhirnya gw memutuskan untuk menulis tentang dia. Well, semoga reaksi dia nanti ngga macem-macem yah. Hehe.

Chan Siang Ling, demikian nama lengkapnya. Dia tak lain dan tak bukan adalah temen satu major gw sesama anak jurnalis. Walaupun demikian, dirinya meminta kami semua memanggilnya cukup dengan nama Serena. Katanya, dari kecil dia udah biasa dipanggil dengan nama itu. Well, sama aja kaya gw; dari kecil gw udah biasa dipanggil Dita, padahal nama asli gw Vega. Nah loh, bingung ngga lu? Ahahahahahh.

Okay guys, back to Serena.

Sebenernya gw ngga gitu deket sama anak ini—bahkan sampe sekarang. Lumayan deket sama dia waktu kita sama-sama magang di BERNAMA Kuala Lumpur. Dari situlah gw sedikit-banyak tau tentang dirinya.

Serena adalah pribadi yang menyenangkan. Personalitinya luar biasa. She’s a nice girl. Sorry, actually she’s a veeeerrry nice girl. Baru pertama kalinya gw melihat kerendahan hati yang begitu tulus dari seorang makhluk Tuhan. Makhluk Tuhan yang selalu berfikir positif. Makhluk Tuhan yang saaaaanggaatt baik hati dan tidak sombong. Serious guys, you will agree with me when you meet her.

Serena sepertinya ngga pernah berburuk sangka sama orang lain. Dia seolah-olah selalu berfikiran ’lurus’. Maka ketika dirinya minta tolong gw ngirimin format laporan yang gw omongin tadi di atas, langsung saat itu juga gw kirimin ke emailnya. I mean, siapa sih yang tega menolak permintaan dari gadis manis nan baik hati seperti dia?

Waktu di KL dulu, gw sama Serena lumayan sering ditugasin bareng. Dengan rendah hatinya dirinya menawarkan gw untuk dia jemput pake Kancil imutnya menuju lokasi press conference. Bahkan tanpa gw minta tolong pun dirinya berbaik hati nganterin gw sampe Ampang Park untuk kemudian gw lanjut naek train pulang sampe Stasiun Universiti. Dia juga yang minjemin gw pashmina ijo miliknya waktu gw menggigil kedinginan karna air-con di BERNAMA yang kurang ngajar dinginnya. Oh God.. What a kind person.

She’s one of my gorgeous friends. She’s speaking fluent English. She’s also writing very well in English. She’s very smart and her knowledge is brilliant. Maybe she’s not good in math or physics, but she’s very good communicating with other people. I’m sure you guys agree with me. Well, sometimes I envy her. How come her English can be as good as that? Hehe. Kidding. Maybe it’s just me who lazy to learn and lazy to practice it more.

Serena berasal dari Cheras, KL. Walaupun ’anak kota’, tapi dirinya tidak pernah sok ’ngota’. She’s just too humble. Ngga pernah sedikit pun kesombongan keluar dari bibirnya maupun tingkah lakunya.

Dulu, waktu tahun satu dan tahun dua, gw jarang banget ngeliat dia. Palingan notice dia seringnya waktu di kelas Prof.Mus waktu paper Komunikasi dan Budaya. Serena selalu datang ke kelas lebih awal. Bukan untuk persiapan pelajaran di kelas atau sekadar ngerasain air-con di dalem Dewan Kuliah, tetapi untuk booking tempat duduk yang deket sama suis agar dirinya bisa segera charging battery laptop jika laptopnya kehabisan battery. Yeah-hampir kemana-mana dia selalu membawa laptop Dell inspiron kesayangannya. (Hey, laptop kita sama kan Serena? Hehe..)

Oya, selain chatting di dalem kelas, dia juga suka update blognya di dalem kelas. Sebelum aktif di blogspot seperti sekarang ini, dia aktif di Livejournal. Entah kenapa akhirnya dia pindah ke blogspot. But anyway, gw suka baca blognya. Gw bisa sekalian belajar proper English dari situ. I love when she started writing about humanity, racial differences and friendship. I love the way she present it.

One more thing, I don’t think she’s a shy person. I think she’s just too humble. She only speaks when she felt that she have to. Serena tidak pernah memaksakan dirinya terlihat manis dan pintar di depan teman-temannya atau bahkan di depan para dosennya. Karena tanpa berbuat begitu pun, kami teman-temannya sangat menyeganinya karna English-nya sangat luar biasa. She’s speaking as if she is a Native American! Ohh, guys. Trust me. Her English is soooo awesome.

Serena tahu betul kelebihan dan kekurangannya. Tapi apa yang gw liat hanyalah kelebihannya karna dirinya pandai menonjolkannya. Dia pernah bilang ke gw waktu practical dulu bahwa Bahasa Melayu-nya kurang bagus. That time I was like.. Oh My God, Serena.. If your English is so beautiful, why don’t you just write it in English? You know you’re doing well on that?

Oh iya satu hal lagi. Serena sangat hobi potong rambut. Hampir sebulan sekali dirinya ganti style rambut atau sekedar memendekkannya. Dia juga suka gonta-ganti anting alias subang. She just loves fashion. Pernah waktu itu dia bilang ke gw kalo dia ingin menjadi fashion editor di sebuah majalah. Well, soon you will get that job Serena! Trust me. ;D

Well, she’s just too good to be true.

Serena yang selalu mengajarkan kita betapa indahnya perbedaan yang Tuhan ciptakan di antara kita. Serena yang selalu mengajarkan kita betapa indahnya berbagi dengan sesama. Serena yang selalu mengajarkan kita untuk bersyukur. Serena yang selalu mengajarkan kita untuk gemar membaca buku, even if those books or novels are in English. Serena yang sangat mencintai lagu-lagunya Michael Jackson…

Huaaaaa! Love ya Serena. I’m glad to be your friend.

I’m happy that God allowed me to meet you. ;D

Gw cuma berharap semoga kebaikan dirinya ngga dimanfaatin orang. Karna dia.. dia cuma begitu baik. Itu aja.


[aman damai. 30 Oktober 2008]

[03.30 am]


About this entry