Sekilas BERNAMA.

Waaaww. Lo liat tajuknya?

Sounds great isn’t it? Hahaa. Enough. Focus, Vega. [serius mode : on]

Enam minggu sudah saya menjalankan practical training atau internship di Berita Nasional Malaysia (BERNAMA). Sebuah kantor berita berbasis wires atau tanpa kabel dimana kamu akan mendapatkan berita paling aktual tentang Malaysia melalui website-nya www.bernama.com yang selalu di-update setiap kali ada berita baru masuk ke redaksinya. Jadi jangan salah tanggap, BERNAMA itu bukan koran. Bukan juga tabloid. Malahan sebaliknya, BERNAMA menyediakan supply berita yang bisa ’dibeli’ oleh koran-koran seperti Utusan Malaysia, Berita Harian, New Strait Times dan The Star atau tabloid seperti Kosmo!. BERNAMA juga menjadi rujukan utama kantor berita asing seperti Reuters (UK), AP (US), AFP (Perancis), XinHua (China) dan Antara (Indonesia).

Well, sudah cukup jelaskah penjelasan saya?

Di BERNAMA juga ada agensi berita asing dan salah satunya ada koresponden ANTARA yaitu Mas Adi yang baru satu tahun ’numpang’ kantor sama BERNAMA. Maklum, isu seputar Indonesia-Malaysia kan sampai kapan pun ngga akan pernah ada abisnya. Mulai dari TKI-nya, pelajar-pelajarnya, orang-orang pentingnya, sampai ke gosip artis-artisnya. Ngga ketinggalan juga tentang lifestyle, nitelife, musik, film dan masih banyak lagi.

Kantor BERNAMA terletak di off jalan tun razak, belakang perpustakaan negara. Kalo menurut saya sih, maksa banget tuh mendirikan kantor di situ karena mestinya di belakang perpustakaan negara tu udah ngga ada apa-apa lagi. No wonder banyak orang yang ngga tau apa itu dan dimana itu BERNAMA. Awalnya BERNAMA itu cuma menyajikan servis berita wires, tetapi belakangan ada juga BERNAMA TV dan Radio24. Seringkali di dalam satu function, pasti banyak banget orang BERNAMA di situ. Dua orang dari wires (General dan Economy Desk), seorang photographer, seorang kameraman, seorang reporter BERNAMA TV, dan seorang lagi dari Radio24. Rame banget kan?!

Di tingkat satu wisma BERNAMA adalah newsroom BERNAMA wires. Di situlah tempat saya biasa menulis berita dan tempat dimana aktivitas harian kantor berita dijalankan. Setiap berita (story) yang masuk akan terus dihantar ke asisten editor. Kalo asisten editor itu merasa masih ada yang belum clear dari maksud tulisan kamu, maka siap-siaplah kamu akan dipanggil dan dimintai penjelasan. Jangan heran kalo berita yang capek-capek kamu tulis sampe 12 paragraf bisa dipotong menjadi hanya 5 paragraf! Yeah..namanya juga editor.. Mereka yang nentuin mana paragraf yang penting dan mana yang kira-kira bisa dibuang. Abis itu, story dikirim ke sub-editor. Sub-editor kemudian kembali mengedit story kamu dan bukan mustahil story kamu yang udah tinggal 5 paragraf itu kembali dipotong dan kini tinggal 3 paragraf saja. Sub-editor juga yang kemudian menentukan apakah story kamu itu bisa dibuat ke bahasa lain atau ngga. Misal, story kamu ditulis dengan Bahasa Melayu. Nanti sub-editor yang kemudian menentukan apakah story tersebut bisa dijadikan story lain dalam Bahasa Inggeris atau ngga.

Setelah di-edit, nanti sub-editor juga yang menentukan apakah story kamu layak ditransmit ke website atau ngga. Kalau ditansmit, maka silakan kamu tersenyum lebar karna tulisan kamu dimuat di website. Dan kalau pun ngga di-transmit, ya dunia ngga akan berakhirlah. Paling kalau buat saya sih, agak sakit hati ajah karna di sistem BERNAMA akan tertulis ’Killed’ bagi setiap story yang ’dibunuh’ dan ngga di-transmit ke website (Heloooo? Killed gitu loh? Gimana ngga sakit hati..Hehe..)

Selain cover story di sebuah function, kerjaan seorang jurnalis ngga berhenti di situ aja. Masih banyak press release yang ngga berhenti-berhenti masuk melalui fax BERNAMA dan semuanya tercantum ’immediate release’. Setelah story yang kita tulis trasmitted, kan kita ngga ada kerjaan lagi tuh di kantor. Ya paling kita akan memproses press release yang kemudian prosesnya akan berulang seperti yang telah saya sebutkan di atas (masuk ke asisten editor, then ke sub-editor..dan seterusnya).

Oiya, selain general desk dan economy desk, ada juga desk-desk lain seperti Sport Desk, Court Desk, Crime Desk, Mandarin Desk, Arab Desk, dan Feature Desk. Tapi sayangnya udah enam minggu saya magang di sini, belum pernah sekali pun saya di-rotate ke desk-desk yang lain. Mau minta rotate ke asisten editor pun agak-agak segen sebenernya. Abisnya mereka macam sibuk tiap-tiap hari. Mana ada waktu ngurusin budak-budak practical ini. Alhasil sampai saat ini saya udah tiga kali bertemu dengan PM Abdullah Ahmad Badawi, dua kali bertemu Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat Datuk Dr Ng Yen Yen, bahkan sempat pula ketemu sama Jihan Miskin dan Fasha Sandha (Oh God..make up-nya tebel banget.. please lah Fasha..).

Satu fakta yang juga harus kalian semua ketahui adalah, kantin di BERNAMA itu mahal banget! Masa nasi goreng kampung aja RM3.50? Temen saya cuma beli ikan sama sayur aja RM4.50! Awalnya saya sempet minum minuman berwarna kaya Teh O Ais atau bahkan Milo Ais. Tapi lama-lama saya minum aer putih ajah! Hahaha. Para pelayannya pun ternyata orang Indonesia. Yang ngegoreng, orang Indonesia. Yang bikin minum, orang Indonesia. Bahkan yang bersih-bersih meja kantor dan karpet BERNAMA tiap pagi pun para TKI dari Indonesia. Gosh.

BERNAMA mestinya terimakasih kan sama orang Indonesia? Hehe. Kalo ngga ada TKI, ngga akan ada orang yang mau bersihin kantor BERNAMA tiap pagi. Ngga ada juga yang mau ngurusin kantin di tingkat 2. Tapi dalam hati gw sedih juga sih liat keadaan ini. Tapi kan yang penting kerjaan mereka itu halal dan yang lebih penting lagi, jangan sampe ada kasus penghinaan dan pelecehan terhadap mereka. I mean, heloo? Ini kan kantor berita? Tempat dimana setiap individu di dalamnya mestinya well-understanding karna tingkat intelektualitas yang demikian tinggi? Semoga aja simbiosis ini tidak menimbulkan apa-apa masalah nantinya.

Oiya satu hal lagi. AC di BERNAMA bener-bener bikin saya menggigil. Dingin banget!! Ngga nyampe satu jam aja idung saya udah berair. Kalo ngga ada pashmina punya Serena, mungkin saya bener-bener udah menggigil seharian. Sehari bisa dua sampe empat kali saya bolak-balik ke toilet. Bahkan di surau-nya aja dingin banget. Sampe menggigil gitu saya kalo lagi solat. Bbrrr..

Hehe. Inilah suasana saya di kantor bersama pashmina ijo hasil minjem punya Serena.

Mmm. Okay everyone.

I think that’s all. Kalaupun ada something yang belum atau lupa saya ceritakan di sini, next time lagi yah.


[vista angkasa. 17 Juni 2008]

[02.23 pm]

Ps : Gosh! Apakah ini pertanda saya akan kangen sama BERNAMA??


About this entry