Aku tahu kamu-tahu aku.

Wahai Pemudaku

Aku tahu engkau di luar sana

Memandangku sayu

Menghembuskan namaku

Menggigil merinduiku

Wahai Pemudaku

Kau tahu aku disini gemetar

Ingin mengecup keningmu

Mengusap lembut jarimu

Menekuni tutur katamu

Wahai Pemudaku

Ketika kita berjumpa nanti

Aku tahu itu kamu

Kau datang menyuguhkan cinta

Dan kau percaya aku akan luluh

Menyerah di penjara hatimu

Tertawan selamanya di situ

Wahai Pemudaku

Aku tidak ingin kita berpisah

Karna kita terlalu mudah bertemu

Maka bingkailah hari-hari kita

Dengan senyumanmu senyumanku

Siapa pun kamu

Aku mencintaimu, Pemudaku

[aman damai. 22 April 2008]

[04:04 am]


About this entry