Akhirnya saya mengerti siapa itu YANG DIPERTUAN AGUNG.

Sungguh hal ini amat memusingkan saya pada awalnya. Selama ini yang saya tahu adalah bahwa Malaysia adalah sebuah negara Islam dan bukan berbentuk Republik. Lebih jauh, ternyata Malaysia adalah sebuah negara dengan sistem raja berperlembagaan dimana Raja adalah Ketua Negara tetapi kuasa eksekutif tetap dipegang oleh Perdana Menteri.

Semuanya berawal dari obrolan saya, Gaby, Badrul, Hafiz dan Ka Nora ketika kami sedang menunggu kedatangan Raja Perlis pada hari kedua Citrawarna 2008 pada 22 Maret yang lepas. Ketika itu saya bertanya, mengapa kita mengundang Raja Perlis dan bukannya Raja Pulau Pinang? Mereka pun lantas memarahi saya : ”Penang mana ada Raja..” Makinlah saya bingung. Lantas kenapa ngga ngundang (ya apalah itu gelarnya) yang mimpin Pulang Pinang aja? Kenapa harus Raja Perlis? Mereka lantas menjelaskan bahwa Raja Perlis itu adalah canselor USM. Setiap institusi pengajian tinggi (baca : universitas) di Malaysia boleh memilih canselor mereka masing-masing yang merupakan Sultan atau Raja dari sesebuah negeri (baca : propinsi). Si canselor inilah yang memberikan scrol ijazah kepada kita di hari convocation nanti.

Lalu lebih jauh, Badrul menjelaskan kepada saya bahwa tidak setiap negeri di Malaysia punya Raja atau Sultan. Contohnya ya Pulau Pinang. Pulau Pinang dipimpin oleh seorang Yang Dipertua Negeri yang dulunya bertitel Gabernor. Setiap Sultan atau Raja serta Yang Dipertua Negeri dari masing-masing negeri ini kemudian berunding untuk memilih Yang Dipertuan Agung alias Raja dari segala raja. Nah loh. Siapa lagi tu Yang Dipertuan Agung??

Inilah susahnya. Tak mau cari tahu maka tak mengerti. Saya beneran ngga ngerti walaupun teman-teman Malaysia saya itu telah berusaha menjelaskan kepada saya tentang Raja-Raja di Malaysia. Sampai akhirnya saya mendapatkan jawabannya sendiri di pagi-pagi buta begini! Awalnya saya mencari maklumat (baca : informasi) tentang Rancangan Malaysia Kelima yang siapa tahu bisa memberitahu saya sedikit tentang dasar penswastaan di Malaysia (ini salah satu exam question Zaharom ni. Hehe) Eehh.. tapi kok akhirnya malah nyasar ke sini?? Wikipedia-lah yang memberitahu saya tentang semua ini. Ternyata ada juga wikipedia berbahasa Melayu, lumayan jadi lebih mempermudah pemahaman saya. Ia menceritakan kepada saya hal ehwal siapa gerangan Yang Dipertuan Agung itu.

Oke. Mungkin lebih baik mari kita pisahkan dulu antara “Kerajaan” dengan “Pemerintahan” di Malaysia. Dan untuk pegangan awal, perlu diingat bahwa Malaysia terdiri dari 13 buah negeri dan 1 wilayah persekutuan yang terdiri dari Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Labuan.

Dari 13 negeri yang ada, hanya 9 negeri yang berupa kerajaan dan mempunyai seorang Sultan atau Raja. Mereka adalah :

  1. Negeri Sembilan
  2. Selangor
  3. Pahang
  4. Perak
  5. Perlis
  6. Terengganu
  7. Kedah
  8. Kelantan
  9. Johor

Tapi ngga semua pemimpinnya dipanggil Sultan. Di Perlis dipanggil Raja Perlis dan di Negeri Sembilan dipanggil Yang Dipertuan Besar. Negeri dari urutan 1 hingga 4 dulunya merupakan Negeri-negeri Melayu Bersekutu sementara yang nomer 5 sampe 9 adalah Negeri-negeri Melayu Tidak Bersekutu (soal ini sila merujuk pada wikipedia atau google dan search : sejarah Malaysia).

Sisanya, pemimpin negeri yang bukan berupa kerajaan disebut Yang Dipertua Negeri. Mereka adalah :

  1. Pulau Pinang
  2. Melaka
  3. Sabah
  4. Sarawak

Jadi, ngga ada istilahnya Raja Pulau Pinang karena negeri ini bukan berupa kerajaan (Yes! Akhirnya gw faham!).
Oke, itu tadi dari segi kerajaan. Sekarang, mari kita liat dari segi “pemerintahan”. Masih inget kan tentang pegangan awal kita soal 13 negeri dan 1 wilayah persekutuan? Nah, kalo dari segi pemerintahannya, 9 negeri yang berupa kerajaan tadi dipimpin oleh seorang Menteri Besar sedangkan 4 negeri yang bukan kerajaan dipimpin oleh seorang Ketua Menteri. Mmm. Ngga usah pusing, gw rasa ini mah beda nama doang. Tapi status mereka tetep sama yaitu sebagai Ketua Kerajaan Negeri.

Back to Yang Dipertuan Agung. Buat saya ini hal yang amat menarik. Dari Wikipedia saya diberitahu bahwa hanya Malaysia yang mengamalkan sistem kerajaan berperlembagaan seperti ini.

Jadi, masing-masing raja dari ke-9 negeri yang ada, berunding setiap lima tahun sekali (melalui Majlis Raja-Raja) untuk mengangkat salah satu raja daripada mereka untuk menjadi Ketua Raja se-Malaysia. Nah, gelar raja tersebut adalah Yang Dipertuan Agung. Tapi kalo ngga salah gelarnya masih panjang lagi, cuman gw-nya lupa! Hehe. Seri Baginda apaaaa gitu. Kepanjangan sih. Terus, Yang Dipertuan Agung ini peranannya hanya istiadat. Beliau bertugas melantik Perdana Menteri, menurunkan PM dan mengganti PM in case ada mosi tidak percaya dari Dewan Rakyat. Yang Dipertuan Agung juga bertugas melantik Ketua Menteri dan Menteri Besar atas nasihat Perdana Menteri. Selain itu, beliau juga melantik Yang Dipertua Negeri atas nasihat Ketua Menteri (masih inget kan kalo Yang Dipertua Negeri itu adalah pemimpin negeri yang bukan berupa kerajaan?) Sedangkan mereka, 9 negeri yang memang berupa kerajaan, Raja atau Sultan masing-masing negeri dilantik berdasarkan pertalian darah (keturunan) serta pemilihan secara modern (dilihat dari segi akademik, prestasi, dan sebagainya).

Oiya, Yang Dipertuan Agung yang sekarang adalah Sultan Mizan Zainal Abidin bin apaaa gitu (sori! Kepanjangan cuy!). Beliau merupakan Raja Malaysia yang ke-13 dan merupakan Sultan Terengganu yang ke-16.

Mmm. Gimana? Pada ngerti ngga sama penjelasan gw? Gw rasa penjelasan gw di atas udah jelas banget. Hehehe. Sotoy! Mohon maaf kalo masih ada yang salah! Mohon koreksi-nya terutama dari temen-temen Malaysia yang kebetulan baca entri ini! Thanks! Sesungguhnya saya hanya mencoba mengerti tentang sistem kerajaan disini yang saya fikir sekarang saya dikit-dikt udah ngerti! Hehehehe. Makasih juga buat roomate saya, Ela, yang sudi saya cecar dengan pertanyaan ini-itu soal Kerajaan di Malaysia. Hehe. Sabar je lah Ela punya roommate macam vega..

Mmm. Btw, saya jadi penasaran. Gimana tentang sistem kerajaan di Jogjakarta yah? Itu loh, tentang Sultan Hamengku Buwono. Juga tentang Paku Buwono dari Solo. Apa aja ya kuasa mereka? Ada yang bisa ngasih penjelasan ke saya? ;D

yang_di-pertuan_agong_ke-13.png

Ps: Kalo kamu warga USM, saya YAKIN kamu pasti pernah LIAT poster ini. Inilah Yang Dipertuan Agung alias Raja Malaysia yang sekarang.

[aman damai. 4 april 2008]
[04:29 am]


About this entry